21 Jenazah Korban Bencana Dievakuasi PMI dari Palu-Donggala
JAKARTA – Petugas Palang Merah Indonesia (PMI), bersama personel penyelamat lainnya, berhasil menemukan dan mengevakuasi 21 jenazah, dari lokasi terdampak bencana di Palu Selatan dan Pantai Barat Donggala, Sulawesi Tengah.
Dalam siaran persnya, PMI menyatakan, tim telah mengevakuasi 14 jenazah dari Perumnas Petobo di Palu Selatan. Lokasi tersebut sebagian tergenang lumpur. Proses evakuasi di lokasi tersebut sulit dilakukan. Petugas harus mencari jalur aman di antara genangan lumpur untuk mengevakuasi jenazah yang satu dan lainnya saling berjauhan.
Menurut informasi warga setempat, kemungkinan masih banyak jenazah tertimbun longsor yang belum ditemukan. Tim evakuasi, membutuhkan bantuan alat berat seperti ekskavator untuk menggali kubangan lumpur, dan mengangkat jenazah korban di lokasi tersebut. PMI menyatakan, upaya pencarian dan evakuasi korban dari Perumnas Petobo sangat sulit, karena guncangan gempa yang disertai luapan lumpur, pada Jumat (28/9/2018) telah menyeret rumah warga, hingga beberapa ratus meter dari lokasi semula.
Tim menemukan jenazah korban rata-rata pada jarak lebih dari 100 meter, dari tempat tinggalnya. Bahkan ada jenazah korban yang berada hampir satu kilometer dari tempat terakhir dinyatakan hilang.
Bersama Personel Basarnas dan masyarakat setempat, PMI berhasil menemukan dan mengevakuasi 14 jenazah dari Petobo. Kondisi jenazah yang ditemukan umumnya sudah membusuk, karena diperkirakan sudah meninggal dunia empat hari, atau sejak gempa bumi dengan magnitudo 7,4 Skara Richter (SR) melanda Palu dan Donggala serta Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Selain itu, tim juga mengevakuasi tujuh jenazah di Pantai Barat Donggala. Mereka melakukan pencarian dan evakuasi berdasarkan informasi warga, yang mencium bau mayat di sekitar reruntuhan bangunan yang rusak akibat gempa. Tim PMI menggunakan Hagglund untuk memasuki lokasi pencarian, karena areanya sangat sulit dimasuki kendaraan.
Tim PMI pada Rabu (3/10/2018), akan kembali menyisir lokasi yang diperkirakan tempat banyak warga tertimbun runtuhan bangunan, dan longsoran tanah di Palu Selatan dan Kabupaten Sigi. (Ant)