Perajin Tas Berbahan Alami di Nanggulan Kesulitan Bahan Baku
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Semakin menipisnya ketersediaan bahan baku enceng gondok, daun pandan serta daun gebang di alam, membuat para perajin tas bahan alam di kecamatan Nanggulan, Kulon Progo, memanfaatkan plastik sebagai baha pengganti.
Selain mudah didapat, bahan baku pembuatan tas dari plastik dinilai juga lebih murah dibanding bahan alam. Meski begitu, untuk menjaga kualitas dan ciri khas kerajinan tas ini, para perajin tetap menggunakan bahan alam dengan cara dikombinasikan dengan bahan plastik.
Salah seorang perajin tas bahan alam, di Dusun Tanjunggunung, Tanjungharjo, Nanggulan, Tumijo, mengaku mulai memanfaatkan bahan baku berupa pintalan tali dari plastik sejak beberapa tahun silam. Ia mendatangkan bahan baku plastik tersebut dari sejumlah pabrik di Jakarta.
“Dulu, memang semua bahan baku kerajinan tas di sini berasal dari alam. Semua disuplai dari kawasan Kulon Progo. Namun, saat ini sudah habis. Mayoritas harus didatangkan dari daerah Ambarawa-Jawa Tengah atau Tasik-Jawa Timur. Harganya pun semakin naik, sehingga kita inovasi dengan memanfaatkan bahan dari plastik,” katanya.
