Sejumlah Fasilitas Kesehatan Korban Gempa Lombok, Rusak
Editor: Satmoko Budi Santoso
MATARAM – Kerusakan fasilitas kesehatan berupa RSUD dan Puskesmas Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, membuat sebagian besar masyarakat korban gempa Lombok Utara dirawat di RSUD Provinsi NTB.
Meski di sejumlah titik terdapat posko kesehatan untuk penanganan korban gempa dari Pemda NTB, Kementerian Kesehatan, TNI dan Polri, tapi tidak semuanya bisa ditangani, terutama korban luka parah, karena keterbatasan peralatan.
“Sampai saat ini jumlah korban gempa yang dirawat di RSUD NTB mencapai 352 pasien korban gempa, yang dibawa langsung dari Lombok Utara,” kata Juru bicara RSUD NTB, Solikin, melalui pesan singkat Whats App, Selasa (14/8/2018).
Dari jumlah tersebut, 230 orang di antaranya menjalani operasi, 180 rawat inap, 29 orang bedah saraf, 14 bedah umum, dan 7 di antaranya menjalani bedah plastik. Sementara jumlah meninggal 24 orang, WNA 7 orang.
Dikatakan, jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan akan bertambah, proses evakuasi dan pencarian korban gempa di balik reruntuhan material bangunan masih terus dilakukan.
“Dalam melakukan penanganan bagi korban gempa, pihak RSUD akan lebih maksimal sehingga korban gempa terutama korban luka, bisa diselamatkan,” katanya.
Solikin menambahkan, saat ini di Lombok Utara juga sudah ada rumah sakit terapung di Pelabuhan Bangsal dari Dinkes Provinsi Jawa Timur. Masih sedikit menangani pasien dari masyarakat korban gempa, karena kurangnya informasi.
Data terakhir BPBD NTB, jumlah korban meninggal dunia Pulau Lombok sudah mencapai 435 orang.
Dengan catatan Kabupaten Lombok Utara (KLU) jumlah korban jiwa sementara sebanyak 374 orang, disusul Kabupaten Lombok Barat sebanyak 38 orang dan Lombok Timur sebanyak 12 orang.
Sementara di Kota Mataram, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 9 orang, sedangkan di Lombok Tengah sebanyak 2 orang.