Posdaya Dinilai Layak Menjadi Acuan Pedoman Hidup Sejahtera
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Keberadaan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di kalangan hidup bermasyarakat sangat dibutuhkan. Tidak hanya menjadi pusat pemberdayaan, tetapi juga bisa menjadi pedoman bagi masyarakat untuk meraih hidup sejahtera.
Ketua Harian Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatera Barat, Parlagutan Nasution mengatakan, meski belum tesebar secara merata di seluruh daerah di Sumatera Barat, namun keberadaannya sudah dapat dirasakan.
“Seperti halnya dalam berkehidupan sosial, melalui Posdaya banyak pengetahuan yang didapatkan,” sebutnya kepada Cendana News, Senin (20/8/2018).
Pengetahuan yang dimaksud melalui penerapan empat pilar, yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi.
Di Posdaya, ke empat pilar itu tidak hanya menjadi hal yang wajib dijalankan, tetapi manfaatnya dapat dirasakan bagi individual anggotanya.
Sebut saja lingkungan, Posdaya memiliki berbagai program untuk menjalankan pilar lingkungan, seperti bank sampah. Artinya, turut memberikan pengetahuan tentang pentingnya membuang pada tempatnya, dan juga dapat menghasilkan uang.
“Ini baru dari sisi lingkungan. Belum lagi ke pilar lainnya, yang akan membuat masyarakat mencapai kehidupan sejahtera. Misalnya ekonomi, melalui Posdaya, masyarakat dilatih menjalankan usaha mikro ataupun kecil. Melalui usaha, maka kehidupan dari sisi ekonomi dapat diperbaiki,” katanya.

Ia menyebutkan, setiap LKKS mendatangi sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat, banyak pengakuan dari para pejabat pemerintah bahwa Posdaya dapat menjadi acuan masyarakat. Apalagi Posdaya dijalankan oleh masyarakat itu sendiri, sehingga persoalan yang terjadi, bisa diketahui, dan ditemukan solusinya.
Menurutnya, suatu apreasiasi yang pantas diterima oleh para Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Posdaya, tentang perannya yang begitu memberikan dampak yang positif bagi masyarakat.
Memang kalau dikaji secara pendanaan, belum bisa menghasilkan uang sendiri dari hal yang telah dilakukan terhadap masyarakat. Tapi, sisi sosialnya Posdaya layak diperhitungan dalam hal mengentaskan kemiskinan.
“Target kita jelas di LKKS dan dari kesepakatan kerjasama dengan Yayasan Damandiri, bahwa Posdaya mampu mengangkat status sosial dari tergolong tidak mampu menjadi keluarga yang sejahtera. Jika bicara presentase, maka dapat diperkirakan kondisi sosial di Sumatera Barat akibat adanya Posdaya mengarah ke yang lebih baik,” tegasnya.
Bagi LKKS, Posdaya adalah ujung tombak untuk menjangkau masyarakat kurang mampu di Sumatera Barat. Apalagi daerah di Sumatera Barat masih terdapat daerah pedalaman yang terkadang sulit dijangkau.
Untuk pilar pendidikan, hal yang dapat disebarkan ke masyarakat mulai dari anak hingga ke orangtua.
Untuk anak-anak, Posdaya turut berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan hingga TK. Lalu pendidikan untuk para orangtua, mendorong aktifnya majelis taklim atau pengajian.