Petani Desa Nebe Minta Distan Sikka Bantu Sapi

Editor: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Wair Watan di Desa Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka meminta Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sikka untuk memberikan bantuan sapi bagi kelompok tani tersebut.

“Pakan untuk sapi maupun kambing banyak tersedia di desa kami sehingga kami berharap agar Dinas Pertanian bisa membantu kami sapi dan juga kambing,” sebut Urbanus Usi, Senin (20/8/2018).

Dikatakan Usi, sapaannya, sepanjang pinggiran kali Nangagete di Desa Nebe, rumput gajah tumbuh subur sehingga bisa menjadi pakan bagi sapi. Namun sampai sekarang dirinya belum mendapatkan bantuan sapi maupun kambing.

“Kalau bantuan benih serta tanaman perkebunan kami sering mendapatkan. Namun kalau bisa kami ingin diberikan bantuan sapi. Selain itu pakan untuk kambing juga sangat melimpah sebab di sepanjang kali Nangagete juga tumbuh pohon gamal,” ungkapnya.

Rumput gajah yang tumbuh subur di sepanjang bantaran kali Nangagete di Desa Nebe Kecamatan Talibura. Foto: Ebed de Rosary

Untuk Desa Nebe, tambah Usi, petani yang memelihara sapi juga jumlahnya sangat terbatas paling banyak 20 orang. Tetapi hanya memelihara satu atau dua ekor sapi saja sehingga pemerintah perlu memberikan bantuan sapi dan membuat sentra produksi di Desa Nebe.

Landoadus Lewar, anggota kelompok tani lainnya pun berharap yang sama, sebab dengan adanya bantuan sapi atau kambing, maka petani di Desa Nebe diharapkan menanam pakan secara besar-besaran di sepanjang bantaran kali Nangagete.

“Selama ini petani malas menanam rumput gajah dan gamal, sebab tidak memiliki ternak sapi dan kambing. Meski demikian, tanaman rumput gajah tetap tumbuh subur di sepanjang bantaran kali,” terangnya.

Selain pakan ternak melimpah, tambah Don, sapaannya, keberadaan kali Nangagete yang berada tidak jauh dari pemukiman warga, membuat para petani tidak kesulitan untuk menyediakan minuman untuk ternak peliharaan.

“Lebih baik bantuan ternak seperti sapi dan kambing diberikan kepada kelompok tani yang memang daerahnya memiliki pakan ternak. Kalau hanya sekadar membagikan bantuan, maka bisa jadi ternak tersebut akan dijual karena petani kesulitan mencari pakan ternak,” tuturnya.

Seandainya pemerintah bersedia maka, tambah Don, pihaknya hanya meminta minimal dua pasang ternak sapi dan kambing. Setelah sapi dan kambing tersebut melahirkan anak, baru dibagikan kepada anggota kelompok.

“Minimal dua pasang saja. Kalau memang pemerintah tidak memiliki anggaran. Tapi, kalau diberi bantuan lebih banyak, kami sangat bersyukur sekali. Sebab dengan memelihara ternak akan memberikan pendapatan tambahan bagi petani,” ungkapnya.

Lihat juga...