Pedagang Domba di Lebak Mulai Ramai, Jual Hewan Kurban
LEBAK — Pedagang domba di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mulai ramai menjual hewan kurban itu, untuk menghadapi persedian Idul Adha 2018, meski tiga pekan mendatang.
Dari pantauan, pada Selasa (31/7/2018), pedagang ternak kurban mulai mangkal di sekitar Jalan Siliwangi, Mandala, Cipanas, Cibeureum, Ir Soekarno-Hatta, Citeras, Cijoro hingga Narimbang.
Sebagian besar ternak domba yang dijual itu didatangkan dari sejumlah daerah di Provinsi Jawa Barat.
Amas (50), seorang pedagang domba di Jalan Siliwangi Rangkasbitung Kabupaten Lebak, mengaku dirinya selama sepekan terakhir berjualan ternak domba untuk keperluan kurban Idul Adha masih sepi. Bahkan, dirinya sudah beberapa hari tidak ada yang membeli.
Namun, biasanya pembeli ramai sepekan sebelum Idul Adha. Saat ini, harga domba dari Garut bervariasi mulai Rp2 juta sampai Rp4,5 juta per ekor dengan berat badan antara 12 kilogram hingga 18 kilogram.
“Semua hewan ternak itu layak untuk kurban karena usianya sudah dua tahun ke atas,” ujarnya.
Begitu pula Mamun (55), seorang pedagang hewan kurban berlokasi di Jalan Dengung Kecamatan Maja Kabupaten Lebak, mengaku selama ini penjualan domba masih sepi dan belum terjadi lonjakan permintaan.
Kemungkinan satu pekan sebelum Idul Adha banyak permintaan dari masyarakat, instansi pemerintah maupun perusahaan. “Kami menyiapkan ternak domba untuk kurban sekitar 750 ekor,” katanya.
Ia mengatakan, ternak domba yang dijual itu aman untuk dikonsumsi masyarakat. Sebab, hewan kurban yang didatangkan dari Garut disertakan dokumen surat kesehatan hewan (SKH) dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat.
Selain itu, Dinas Peternakan setempat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lokasi. “Jika hewan itu dinyatakan sehat, maka petugas memberikan tanda berupa kalung untuk dipasang pada leher ternak,” katanya.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, Iman Santoso, mengatakan pihaknya mengoptimalkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban agar layak dikonsumsi masyarakat.
Pemeriksaan kesehatan ternak kurban itu antara lain domba, kambing, sapi dan kerbau. “Kami sangat ketat melakukan pemeriksaan kesehatan ternak, terutama hewan yang didatangkan dari Jawa Barat sebagai daerah endemik antraks,” katanya. (Ant)