Ibu Tien Soeharto Cerminan Diri Mien Uno
Editor: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Mien Uno, ibunda Sandiaga Salahuddin Uno, menilai sosok Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto adalah cerminan wanita Indonesia yang menjadi suri tauladan, tidak hanya bagi bangsa Indonesia tetapi juga dunia.
“Ibu Tien Soeharto, sosok perempuan Indonesia yang sangat luar biasa. Beliau sangat tulus dan ikhlas menjadi cerminan diri saya. Dan, saya setiap detik selalu menangis ingat petuah beliau,” ungkap Mien Uno kepada Cendana News, ditemui usai doa bersama Haulul Maulud (peringatan hari kelahiran) Ibu Tien Soeharto di rumah Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta, belum lama ini.
Pemilik nama lengkap Rachmini Rachman ini pun berkisah. Tepatnya tahun 1977, jelas dia, dirinya mendapat kehormatan diajak Ibu Tien Soeharto dalam satu mobil.
“Aduh saya rasanya tak habis pikir, bagaimana mungkin saya satu mobil dengan beliau, Ibu Negara,” kata istri Razik Halik Uno.
Saat itu, Mien Uno mengaku sempat menolak dengan halus ajakan Ibu Tien Soeharto tersebut. Namun, kata nenek empat cucu ini, Ibu Tien Soeharto dengan tutur kata yang santun tetap meminta dirinya untuk berada dalam satu mobil bersamanya, kala itu.
“Beliau memanggil saya dengan sebutan Jeng Mien. Saat itu, saya bilang kepada Ibu Tien Soeharto, maaf Ibu, saya malu kok satu mobil dengan Ibu. Dengan santun Ibu menjawab “Nggak Jeng Mien, sini satu mobil,” ungkap Mien Uno terlihat matanya berbinar.
Selama dalam mobil itu, menurut Mien Uno, dirinya mendapat petuah dari Ibu Tien Soeharto. Yakni, bagaimana pun sibuknya seorang ibu, dia harus punya waktu untuk keluarga dan anak-anaknya. Karena tidak ada artinya kehidupan kalau keluarga tidak sukses menjadi penyebar virus-virus kebaikan kepada lingkungan.
“Pesan Ibu Tien Soeharto saya tahu Jeng Mien sibuk sekali dalam karir. Tapi, saya ingin Jeng Mien punya waktu yang cukup untuk keluarga dan anak-anak agar mereka bisa sukses menebar virus kebaikan bagi orang lain. Itu petuah Ibu untuk saya, dan tak akan lupa,” kata Mien Uno sambil mengusap air mata.
Petuah Ibu Tien Soeharto itu hingga kini Mien Uno laksanakan dengan baik dan benar, dalam kehidupannya. Utamanya dalam mendidik kedua putranya yaitu, Indra Cahya Uno dan Sandiaga Salahuddin Uno.
Indra Cahya Uno, si sulung sukses mendulang bisnis di bidang teknologi. Sedangkan, Sandiaga atau Sandi selain sukses mengelola bisnis, dia juga menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Anies Baswedan sebagai gubernur.
Kini, Sandi melaju bakal calon wakil presiden (cawapres) mendampingi calon presiden (capres) Prabowo Subiakto pada pemilihan presiden (pilpres) tahun 2019 mendatang.
Kesuksesan kedua putranya itu adalah fakta membuktikan bahwa ada sosok perempuan tangguh di balik mereka, yakni Mien Uno, sang bunda.
Namun, lagi-lagi Mien Uno mengaku bahwa kesuksesan dirinya mendidik Indra dan Sandi adalah berkat petuah Ibu Tien Soeharto yang merupakan cerminan Mien dalam menjalani biduk kehidupan.
“Mas Indra dan mas Sandi sukses itu berkat petuah Ibu Tien Soeharto yang diamanahkan pada saya, keluarga adalah segalanya,” tandasnya.
Tak hanya dalam ucapan dalam mendidik kedua putranya. Mien Uno juga kerap mengajak Indra dan Sandi sedari kecil berkunjung ke rumah Ibu Tien Soeharto di Jalan Cendana No 8, Menteng, Jakarta Pusat.
“Setiap lebaran, saya selalu bawa Indra dan Sandi ke Cendana. Saya bawa mereka ke sini supaya mereka melihat bahwa ternyata seorang Ibu Negara Tien Soeharto itu sangat tidak punya perasaan sombong sama sekali,” ungkap Mien Uno.
Sikap santun, ramah, dan bijaksana dalam bersikap dari Ibu Tien Soeharto itu menjadi cerminan diri Mien Uno. Dia mengaku banyak kenangan indah dirinya bersama almarhumah Ibu Tien Soeharto.
Mien Uno juga berharap agar kedua putranya mencontoh cerminan hidup hakiki seorang Ibu Negara Tien Soeharto dan juga Presiden Soeharto yang komitmen dengan etos kerjanya yang mumpuni.
Karena Ibu Tien Soeharto adalah cerminan dirinya. Maka sebagai penghormatan kepada Ibu Negara, Mien Uno pun membuat buku berjudul “Cerminan Diri”. Kini buku tersebut telah diterbitkan sesi kedua dengan judul yang sama.
Disampaikan dia, buku tersebut persembahan sebagai kenangan terindah bagi seorang Ibu yang begitu dia hormati dan cintai bahkan dijadikan cermin dan suri tauladan Mien Uno, yaitu Ibu Tien Soeharto.
Menurutnya, niscaya bisa bermacam jawaban tergantung banyak hal yang sifatnya sangat unversal, manakala nilai kebendaan menjadi sangat tak berarti.
“Saya pribadi cenderung menyebutkan bahwa yang paling berharga saat ini pada saya adalah sebentuk buah pikiran dan karya Ibu Tien Soeharto yang tertuang dalam buku kumpulan esai cerminan diri ini. Terus terang memang inilah dasar pemikiran saya ketika membuat buku ini,” tandasnya.
Teriring doa dalam haul Ibu Tien Soeharto, yang semalam, Selasa (21/8/2018) digelar di rumah Cendana. Mien Uno menghaturkan doa untuk almarhumah Ibu Tien Soeharto dan almarhum Pak Soeharto, agar keduanya ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT.
“Saya selalu membacakan surat Al Fatihah untuk almarhumah Ibu Tien Soeharto dan almarhum Pak Harto, semoga beliau bertemu di surga saling berkasih sayang dan bahagia di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” pungkas perempuan kelahiran 23 Mei 1941 ini.