Djoko Santoso: Ibu Tien Soeharto, Prajurit Terbaik Presiden Soeharto
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Sosok Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto dimata Jenderal (Purn) Djoko Santoso, adalah Ibu Negara yang sangat tauladan dalam pengabdian mendampingi suaminya, Presiden ke 2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto.
“Pandangan saya tentang Ibu Tien Soeharto, beliau menjadi tauladan bagaimana seorang istri mendampingi suaminya yang menjadi kepala negara. Ibu Tien Soeharto adalah prajurit terbaik dari Presiden Soeharto. Beliau menjaga, melindungi dan membantu Pak Harto dalam tugasnya,” ungkap Djoko kepada Cendana News ditemui usai doa bersama Haulul Maulud (memperingati hari kelahiran) Ibu Tien Soeharto di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta, Selasa (21/8/2018) malam.
Bahkan Djoko sangat meyakini bahwa kalau pun ditanyakan kepada Pak Harto semasa hidupnya, pasti kata dia, Pak Harto akan menjawab bahwa Ibu Tien Soeharto adalah prajurit terbaik beliau (Presiden Soeharto).
“Seperti saya juga merasa bahwa istri sayalah, prajurit terbaik saya. Dia menjaga, melindungi, dan membantu saya dalam karir. Sangatlah taudalan Ibu Tien Soeharto sebagai Ibu Negara dan seorang istri, patut dicontoh,” kata Djoko.
Djoko juga memberikan apresiasi terkait Yayasan Harapan Kita (YHK) yang didirikan almarhumah Ibu Tien Soeharto pada 50 tahun lalu. Hingga dibangunnya wahana pelestarian budaya bangsa, yaitu Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita, RS Jantung Harapan Kita dan masih banyak lagi.
Djoko sangat mengapresiasi prestasi YHK dalam membangun kesejahteraan masyarakat Indonesia. Menurutnya, selama yang dibangun oleh YHK adalah bertujuan mulia dan bermanfaat untuk rakyat, tentu dirinya mengapreasiakan semangat YHK dan sangat mendukung.
“Kesejahteraan dan kesehatan rakyat adalah yang utama. Begitu pula dalam pelestarian budaya bangsa patut semua masyarakat mengembangkannya,” ujarnya.
Dalam haulul maulud Ibu Tien Soeharto yang digelar keluarga Cendana, Djoko pun melantunkan doa dan harapan. “Semoga almarhumah Ibu Negara Tien Soeharto dilapangkan kuburnya dan ditempatkan di sisi terbaik Allat SWT,” panjatnya.
Djoko mengaku saat Ibu Tien Soeharto wafat, dirinya sedang salat Idul Adha di Kodam. Saat itu, dia menjabat sebagai asistan Pangdam Jaya. Dalam menjalankan tugasnya, Djoko mengaku mentauladani sikap Pak Harto dalam biduk keprajuritan.
“Insha Allah kita semua selalu mendoakan para pemimpin negara, seperti almarhum Pak Harto dan almarhumah Ibu Tien Soeharto semoga ditempatkan di surga,” pungkasnya.