Bulog Riau-Kepri Datangkan 8.000 Ton Beras

Beras - Dok: CDN

PEKANBARU – Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Riau-Kepulauan Riau, mendatangkan 8.000 ton beras ke daerah tersebut. Beras di datangkan dari tiga provinsi lain tersebut, untuk mencukupkan ketahanan stok setempat.

Pendatangan beras dari luar daerah tersebut, untuk mencukupi kebutuhan hingga akhir tahun mendatang. Rata-rata, setiap bulan di daerah tersebut membutuhkan beras 2.500 ton beras. “Beras ini kami datangkan dari Sulawesi Selatan, Jawa, dan DKI,” kata Kepala Bulog Riau-Kepri A Muis S Ali kepada Antara di Pekanbaru, Minggu (19/8/2018).

Selain itu, pengadaan beras tersebut juga untuk mengantisipati peningkatan kebutuhan menyambut Idul Adha 1439 Hijriyah. Serta stabilisasi harga beras di pasar-pasar tradisional setempat, yang cenderung mengalami peningkatan. “Terutama ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dan stabilisasi harga,” tuturnya.

A Muis S Ali menyebut, beras yang didatangkan dari masing-masing daerah jumlahnya berbeda-beda. Beras dari Sulawesi Selatan jumlahnya 3.000 ton, DKI 3.000 ton, sementara Jawa 2.000 ton. Hal tersebut dilakukan, mempertimbangkan, pola konsumsi masyarakat Riau-Kepri lebih menyukai beras jenis pra atau berderai, bukan tipe pulen.

Untuk proses pengiriman, kini sudah dilakukan dengan kelengkapan administrasi distribusi antarwilayah. Setiap pengiriman dilakukan melalui jalur laut, dan akan dibongkar di pelabuhan Dumai, Batam, dan Sungai Duku Pekanbaru. “Beberapa sudah mulai pengiriman, lewat Dumai, Pekanbaru, dan Batam,” tandasnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pekanbaru menyatakan, saat ini kondisi harga bahan kebutuhan pokok di wilayah setempat relatif stabil. Khususnya beras dengan berbagai kualitas. “Hingga kini harga-harga masih belum naik,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pekanbaru, Ingot Achmad Hutasuhut.

Beras jenis medium, dengan merek Topi Koki dan Belida asal Palembang, kini dipasarkan stabil di Pekanbaru dengan harga Rp11.500 per kilogram (kg). Kualitas premium jenis Mundam atau Anak Daro dan Pandan Wangi diecer Rp13.500 per kg. Bahkan beras kualitas premium jenis pulen yakni Ramos asal Sumatera Utara justru lebih murah yakni Rp11.000 per kg.

Menurut Ingot, kalaupun ada kenaikan harga bahan pokok, biasanya akan terjadi menjelang moment perayaan hari besar keagamaan. Menjelang Idul Adha, seperti saat ini, Dinas Perdagan dan Perindustrian Pekanbaru mewaspadai hal tersebut. “Namun kita yakin dengan tersedianya stok Bulog maka akan menjamin tidak ada gejolak harga karena mereka akan menjual sesuai HET,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...