KOTABARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotabaru, akan menerbitkan SK siaga kekeringan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau tahun ini.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kotabaru, M Rijani Efendi, mengatakan, SK itu dibuat berdasarkan instruksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). “Ini tinggal menunggu tanda tangan Bupati,” katanya, Kamis (16/8/2018).
Penerbitan SK diperlukan, sebagai dasar untuk menjalankan program penanggulangan bencana kekeringan, salah satunya menyuplai air bersih kepada masyarakat.
Tahun ini, BPBD Kabupaten Kotabaru menyiapkan 400 tangki air bersih untuk daerah-daerah rawan kekeringan. Jumlah ini menyusut dibanding tahun lalu, yang sebanyak 900 tangki, lantaran pemotongan anggaran.
“Bahkan, tadinya mau ditiadakan, tapi kami menilai ini perlu untuk berjaga-jaga,” sambungnya.
Memang, dalam dua tahun terakhir kekeringan di wilayah Kabupaten Kotabaru tidak terlalu parah, karena kemarau cenderung basah.
Sampai saat ini, pun belum ada daerah yang mengajukan permintaan air bersih akibat daerahnya mengalami kekeringan. “Sementara belum ada permintaan suplai air, karena kan masih ada hujan,” kata Rijani.
Sementara itu, suplai air bersih yang disiapkan BPBD Kabupaten Kotabaru untuk antisipasi kekeringan tahun ini terbatas untuk wilayah Kecamatan Pulau Laut Utara.
Semula, armada angkutan air juga akan disiagakan di beberapa wilayah kecamatan lain, tapi urung, karena anggaran dikurangi. Namun demikian, tahun lalu koordinasi telah dilakukan dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) terkait pemanfaatan dana desa untuk penyediaan sumber air bersih di desa-desa.
“Gunanya untuk penanggulangan kebakaran dan kekeringan,” tandasnya. (Ant)