Berkolaborasi, Dua Seniman Olah Masalah Keluarga Jadi Karya

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Konsep sebuah karya pameran bisa berasal dari mana saja. Bahkan dari masalah keluarga, bisa lahir konsep pameran. Seperti yang dilakukan oleh Seniman Adinda dan Saniyyah Blesshanti, yang menggelar pameran Titik Temu di Galeri Nasional Indonesia.

Pameran tersebut, mempresentasikan karya, yang merupakan penerjemahan dari berbagai macam materi tentang seni rupa kontemporer. Karya yang ditampilkan, menitikberatkan proses dialog dengan masyarakat, dan menjadi bagian dari salah satu program edukasi yang dikerjakan oleh Galeri Nasional Indonesia.

Adinda membeberkan konsep karya mereka berdua yang berasal dari masalah keluarga. “Pameran karya saya ini berkolaborasi dengan Saniyyah Blesshanti, kawan saya. Kita satu sekolah di SMA yang berdialog tentang masalah keluarga di keluarga kita masing-masing,” kata Adinda ditemani Saniyyah Blesshanti kepada Cendana News di Galeri Nasional Indonesia, Minggu (19/8/2018).

Seiring berjalannya waktu, Adinda dan Saniyyah sering curhat, mencurahkan isi hati, dan kemudian menemukan banyak kesamaan di dalam keluarga mereka, dari permasalahan dan cara mengatasi masalahnya. “Tapi ujungnya beda, kalau keluarga Saniyyah orangtuanya bercerai, sedangkan keluarga saya orangtua masih utuh bersatu,” paparnya.

Karya pameran mereka berdua menunjukkan dua pasangan, yaitu orangtua Adinda dan orangtua Saniyyah. “Dalam pasangan orangtua saya, terdapat artefak masa kecil saya, seperti di antaranya buku dongeng yang dulu sering orangtua bacakan menjelang tidur,” ujarnya.

Dalam pameran ini ditampilkan buku nikah untuk mengingatkan bahwa pernikahan seharusnya dijaga kebersamaannya. Keduanya membuat karya pamerannya cukup lama sekitar empat bulan. “Kita menggali pengalaman dalam keluarga kita untuk audiens, bahwasannya semua orang tentu punya keluarga dengan berbagai masalahnya masing-masing,” tegasnya.

Kedua orangtua mereka turut juga menyaksikan karya pameran yang mereka buat. “Orangtua kita bangga dan terharu melihat kita berkarya yang konsep karyanya berasal dari masalah keluarga, yang bisa menjadi pelajaran berharga, bukan hanya kita berdua, tapi masyarakat sekitar kita,” pungkasnya.

Lihat juga...