Berkah Menyanyi di Karier Ita Suwardi

Editor: Mahadeva WS

Ita Suwardi (Foto Akhmad Sekhu)

JAKARTA – Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Demikian ungkapan yang tepat untuk Ita Suwardi. Kariernya di dunia menyanyi, menurun dari darah seni kedua orangtuanya.

Suwardi, ayahnya, aktif di karawitan, kesenian Gamelan musik tradisional Jawa. Sedangkan, Suwartinah, ibunya, seorang pesinden, perempuan yang bernyanyi diiringi gamelan. “Saya senang bisa bergabung dalam rangka memeriahkan acara pada kesempatan hari ini, “ kata Ita Suwardi kepada Cendana News, usai tampil mengisi acara Jalan Sehat, 50 Tahun Yayasan Harapan Kita di Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII), Minggu (19/8/2018).

Perempuan kelahiran Solo itu, terjun ke dunia menyanyi sejak kelas 3 SD. Karirnya tersebut diawali dengan menembangkan macapat. “Saya juga menjadi pesinden di acara pentas wayang semalam suntuk dalam rangka 50 Tahun Yayasan Harapan Kita juga,” tandasnya.

Ita sering mengisi berbagai acara yang digelar di TMII, seperti acara parade teater, parade budaya, dan kegiatan seni lainnya. Ita juga sering tampil di berbagai instansi pemerintah, seperti Mabes TNI, Mabes Polri dan lembaga lainnya.

Dengan menggeluti tarik suara, Ita merasa beruntung. Karena aktivitasnya tersebut, Dia bisa melanglang buana sampai ke Suriname, Amerika Selatan, yang terdapat banyak penduduk asli Jawa. “Dua kali saya diundang nyanyi ke Suriname, pada saat acara memperingati hari penduduk asli Suriname, tanggal 9 Agustus juga diperingati sebagai hari pertama kali keturunan Jawa tiba di Suriname, tepatnya tanggal 9 Agustus 1890,” paparnya.

Menurut Ita, Indonesia dan Suriname berbeda dalam kesukaannya pada lagu. Orang Suriname tidak begitu suka dengan lagu dangdut. Mereka sukanya pop ballada. Dan Ita sempat mengeluarkan album di negeri tersebut. Harapan Ita terhadap Yayasan Harapan Kita, semoga semakin maju, sukses dan berkembang. “Kita semua semoga lebih maju lagi, lebih sukses dan lebih lancar dalam segala urusan,” pungkasnya.

Lihat juga...