Bantu Korban Gempa, UB Berangkatkan Team Emergency and Disaster
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MALANG — Universitas Brawijaya (UB) melalui Fakultas Kedokteran (FKUB) kembali menerjunkan 13 anggota tim medis yang tergabung dalam Team Emergency and Disaster (TED) guna membantu para korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Mereka terdiri dari dua dokter umum dengan keahlian khusus, satu orang dokter spesialis anak, tiga orang perawat kegawatdaruratan, dua orang perawat kejiwaan, dua orang psikolog, satu orang bidan, dan dua orang driver ambulance.

Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, MS. menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan FKUB untuk kembali mengirimkan tim TED ke Lombok guna membantu korban yang ada disana.
Menurutnya, akhir-akhir ini banyak terjadi bencana karena selain usia bumi yang sudah tua, faktor manusia juga turut menjadi penyebab terjadinya bencana.
“Saat ini banyak manusia yang justru kerap melakukan kerusakan di bumi dan banyak manusia yang lupa dengan Tuhannya,” ujarnya usai melepas keberangkatan tim TED di gedung A FKUB, Senin (13/8/2018)
Senada, Dekan FKUB, Dr.dr. Sri Andarini, M.Kes menyampaikan, tim TED yang diberangkatkan kali ini merupakan tim kedua. Sebelumnya pihaknya juga memberangkatkan dokter spesialis Orthopedi, dokter spesialis emergency medicine, dan juga perawat pada 8 Agustus 2018 yang lalu.
“Nantinya 13 anggota TED yang diberangkatkan hari ini akan mendukung tindakan darurat dan pelayanan medis di Lombok,” katanya.
Menurutnya, para korban gempa di Lombok selain membutuhkan pasokan makanan, juga memerlukan tim medis. Terutama untuk menangani korban yang terluka maupun yang mengalami trauma.
“Kasus-kasus seperti ini yang nantinya diharapkan mampu ditangani oleh tim TED,” ucapnya.
Selain tim yang langsung diterjunkan di lapangan, TED juga memiliki tim pemantau yang bertugas di FKUB untuk melihat perkembangan yang terjadi di Lombok. Tim terdiri dari dosen dan Lembaga Kesehatan Mahasiswa.
Sementara itu ketua tim Emergency Operation Center (EOC) FKUB, dr. Aurick Yudha Nagara, Sp.Em menyampaikan, target tim ke dua yang diterjunkan ke Lombok adalah menghidupkan fungsi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung agar tidak kolaps.
“Karena hampir dipastikan RSUD ini jika kembali terjadi gempa kemungkinan besar akan kolaps,” terangnya.
Selai itu mereka juga harus bisa memberikan pelayanan kesehatan jiwa serta pelayanan ibu dan anak.
Tidak hanya mengirimkan tim medis, FKUB juga telah mengirimkan bantuan logistik berupa selimut, terpal, alas dan obat-obatan.