ABBAS Akan Mengkaji Semua Kesepakatan Perdamaian Dengan Israel
RAMALLAH – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas memperingatkan, siap mengkaji ulang, semua kesepakatan perdamaian yang ditandatangani dengan Israel. Hal tersebut akan dilakukan, jika situasi yang ada tidak berubah.
Abbas mengeluarkan peringatan tersebut, di dalam pidatonya yang ditayangkan stasiun Televisi Palestina pada akhir lalu. Pidato tersebut disampaikan di pertemuan tiga-hari, Dewan Sentral Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan. “Israel telah melanggar semua kesepatan yang ditandatangani, mulai dari Kesepakatan Perdamaian Oslo dengan PLO pada 1993, sampai Kesepakatan Ekonomi Palestina pada 1994,” kata Abbas, Minggu (19/8/2018).
Presiden Palestina berusia 84 tahun itu, menuduh Israel terus membangun permukiman. Abbas juga mengecam, disetujuinya Hukum Bangsa Negara Israel, yang disebutnya, sebagai diskriminasi terhadap orang Arab. Abbas juga kembali menegaskan penolakannya terhadap kesepakatan perdamaian yang diusulkan AS. Usulan yang dikenal dengan nama Kesepakatan Abad Ini, guna menyelesaikan konflik antara Palestina dan Israel.
“Takkan mengadakan pembicaraan apapun dengan Washington, dan takkan menerima baik Amerika Serikat sebagai penaja perdamaian, sebelum AS menyesali keputusannya sehubungan dengan Jerusalem, pengungsi dan permukiman”, kata Abbas.
Palestina telah memboikot Amerika Serikat sejak 6 Desember 2018, ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan, Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Terutama setelah 4 Mei, dimana kedutaan besar AS di Israel dipindahkan ke kota suci yang menjadi sengketa tersebut. Palestina berusaha mendirikan Negara Merdeka dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya, sementara Israel berkeras bahwa seluruh Jerusalem adalah ibu kotanya yang abadi. (Ant)