Unitas Padang Bekali Posdaya Cara Budidaya Tanaman Kelor
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Posdaya Beringin Sakti yang berada di Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung dibekali cara budidaya tanaman kelor dan pengolahannya oleh Tim Hibah Bina Desa Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang.
Zasmeli Suhaemi MP, Dosen Pendamping pada kegiatan teresbut mengatakan, kegiatan bertujuan untuk memanfaatkan lahan kosong di wilayah Posdaya Beringin Sakti, agar memiliki nilai ekonomis.
“Posdaya Beringin Sakti memiliki lahan yang cukup untuk tanaman kelor itu,” katanya, Sabtu (21/7/2018).
Ia menyebutkan, alasan dipilih kelor, karena tanaman tersebut dinobatkan sebagai tanaman terbaik oleh WHO, dengan manfaat daunnya yang sangat luar biasa.
Tanaman kelor dapat digunakan sebagai tanaman obat, atau dikonsumsi sebagai sayur. Selain itu, terbukti dapat dijadikan sebagai obat bagi penderita diabet, kolesterol tinggi, darah tinggi, mata minus atau silindris.
“Kegiatan Hibah Bina Desa merupakan program yang diturunkan dari Kementerian Ristek Dikti, dan diadakan setiap tahun,” ucap perempuan yang juga sebagai Konsultan Posdaya Sumatera Barat ini.
Ia berharap dengan adanya program tersebut, anggota Posdaya Beringin Sakti dapat menambah pemasukan dari hasil pengolahan, berupa teh atau obat herbal.
Zasmeli juga menyebutkan, dari informasi yang dihimpunnya di khasiatsehat.com, tanaman kelor merupakan tanaman asli India Utara, dan pertama kali dijelaskan sekitar tahun 2000 SM sebagai ramuan obat. Selain itu juga dikenal sebagai “The Miracle Tree” karena khasiatnya dalam berbagai pengobatan.
Tanaman ini menyebar dari India ke China, Asia Tenggara dan Filipina. Selain itu juga menyebar ke Mesir, Afrika, sekitar Mediterania, dan Amerika.
Pohonnya dapat tumbuh di daerah semi kering, tropis, dan subtropis. Masyarakat Mesir Kuno menganggap minyak kelor sebagai minyak yang sangat berharga karena mereka menggunakannya untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat cuaca di gurun.
Orang-orang Yunani juga memperkenalkan tanaman ini ke Roma sebagai tanaman berkhasiat, dan pada tahun 1817 di Jamaika, sebuah petisi bahwa minyak kelor berguna untuk salad dan keperluan memasak.
Disamping itu, dalam pengobatan Ayurvedic tanaman ini sangat bermanfaat untuk berbagai terapi karena adanya sifat anti-jamur, anti-virus, anti-depresan dan anti-inflamasi.
Setidaknya ada 18 manfaat untuk kesehatan, sebagai antioksidan, membantu mengobati edema, melindungi hati, membantu mengobati gangguan perut, kesehatan kulit, mencegah diabetes, anti bakteri.
Selanjutnya dapat mencegah kanker, melindungi dari penyakit neurodegeneratif, kesehatan tulang, efek imunosupresif, anti alergi, anti jamur, membantu pengobatan hipertensi, kesehatan mata, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mengobati anemia.