Songsong Asian Games, FOKUS TMII Gelar Pelatihan Pariwisata
Editor: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Guna meningkatkan profesionalisme dan layanan berkualitas dalam menyambut Asian Games 2018, Forum Komunikasi Unit Usaha (FOKUS) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mengadakan pelatihan “Hospitality and Excellence Service”.
“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan integritas, kegairahan bekerja dan kebanggaan dalam menyongsong Asian Games ke 18 yang akan di gelar pada Agustus-September mendatang,” kata Rais Sidartha Leksmana, selaku pembicara pelatihan “Hospitality and Excellence Service di Camping Gunung TMII, Jakarta, Rabu (18/7/2018).
Dia menyebutkan, selain kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) yang mengalami peningkatan cukup dratis. Sehingga pelatihan ini diharapkan semua karyawan TMII lebih siap mental dan punya komitmen untuk bersikap ramah yang sejati.
Sehingga akan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang dapat diandalkan oleh TMII yang merupakan Icon of Indonesia yang memiliki 17 ribu kepulauan dengan 270 juta penduduk.
Ini menurutnya, suatu kebanggaan bagi TMII dengan mitra-mitra usahanya memberikan pengembangan dengan cita rasa ke-Indonesiaan melalui seni dan budaya.
Rais mengatakan, Asian Games itu yang hadir bukan hanya atlet tapi juga pengunjung atau penonton dari negara-negara peserta. Seperti halnya gelaran piala dunia Rusia yang di gelar di Filandia. Itu menurutnya, spending per hari wisatawan mancanegaranya mencapai 200 USD per hari. Ini menggambarkan berapa devisa yang masuk ke Rusia.
“Asian Games 2018, ada 13 ribu atlet dan 5 ribu ofisial, mungkin 3 juta lebih pengunjung atau penonton dari 45 negara datang k Indonesia,” ujarnya.
Asian Games 2018 ini, menurutnya, tentu Indonesia telah terpromosikan di luar negeri melalui Paket Kebijakan Ekonomi I hingga XVI yang telah digulirkan pemerintah Joko Widodo. Semua destinasi wisata sudah dikembangkan.
“TMII ini menjadi sasaran atlet dan pengunjung atau penonton Asian Games 2018 yang dari 45 negara. Itu mereka untuk berkunjung ke TMII,” jelasnya.
Manajemen TMII mencatat jumlah pengunjung saat libur panjang 2018 mencapai 150 ribu. Dengan capaian perminggu itu 45 ribu pengunjung. Ini menurut Rais, merupakana pencapaian destinasi seni budaya yang sangat dibanggakan
“Prediksi saya, Asian Games ada peningkatan kurang lebih 15 persen dari kunjungan per minggu saat libur panjang kemarin yang dicapai TMII,” ujarnya.
Namun demikian, menurutnya, untuk mencapai itu dibutuhkan kesiapan mental para mitra TMII yang tergabung dalam FOKUS untuk menyambut kedatangan mereka yang bervariasi seni dan budaya itu.
Kesiapan itu, sebut dia, selain ramah juga harus punya integritas dan karakter. Bahwa kita sebagai bangsa Indonesia patut bangga bekerja dengan ke-Indonesiaan dengan melestarikan dan pengembangan seni budaya bangsa di TMII.
Apalagi dengan kebhinekaan, bisa ditunjukkan perdamaian yang hakiki. Disamping itu ada gairah untuk selalu semangat bekerja. Bangga juga sebagai bangsa Indonesia untuk wujudkan bela negara bagi setiap warga negara Indonesia (WNI). Sehingga kita hadir dalam kecintaan yang tulus dalam bekerja di TMII ini.
Dia mengatakan, pelatihan ini lebih kepada perilaku dan sikap SDM dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung. Karena mereka sudah ada yang bekerja puluhan tahun, dan juga ada yang baru. Tentunya perlu ada sentuhan rutin dalam pengembangan diri.
Pelatihan ini akan berlanjut pada fase berikutnya dengan menghadirkan karyawan yang hari ini belum hadir.
“Ini baru separuh mitra usaha TMII, sekitar 162 orang. Nanti akan ada fase berikutnya. Tapi yang penting yang datang hari ini menularkan ilmu yang didapatnya kepada teman-temannya dengan semangat berkarya,” ungkap Rais.
Rais berharap pelatihan ini memberi manfaat, tidak kemudian menjadikan mereka menjadi merasa pintar yang kadang-kadang baru mengikuti pelatihan sudah merasa menjadi guru. Namun menurutnya, ini memang tantangan untuk menjadi leadership informal.
Rais juga berharap pelatihan ini memberi dampak pencapaian perekonomian yang ditargetkan oleh mitra usaha TMII pada Asian Games nanti dan juga acara lainnya.
Bagi peserta, dia berharap pelatihan ini menjadi tambahan wawasan dan ilmu pengetahuan dalam pengembangan diri dalam upaya memberikan pelayanan bagi pengunjung.
“Kita siapkan diri kita untuk Asian Games 2018. Ini peristiwanya mungkin tidak akan ada lagi di Indonesia. Kita harus berikan pelayanan semaksimal mungkin,” tutupnya.