REI DIY: Pasokan Rumah Bersubsidi Masih Rendah

Ilustrasi -Dok: CDN

YOGYAKARTA  – Real Estate Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan hingga saat ini pembangunan rumah bersubsidi di Yogyakarta masih rendah meski peminatnya cukup besar.

“Sampai sekarang suplainya masih rendah,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) DIY, Rama Adyaksa Pradipta di Yogyakarta, Minggu.

Menurut Rama, REI DIY telah menargetkan pembangunan rumah bersubsidi dengan harga Rp130 juta tersebut mencapai 300 unit pada 2018. Namun demikian, menurut dia, tren pembangunannya masih lambat karena meskipun aspek perizinan sudah relatif dipermudah, tren harga tanah di DIY yang terus mengalami kenaikan masih menjadi salah satu kendala. Selama ini harga tanah mempengaruhi 50 persen harga jual rumah.

Padahal, kata dia, kekurangan pasokan rumah (backlog) tersebut di DIY mencapai 252.000 unit pada 2017.

“Harga tanah di Yogyakarta mengalami tren kenaikan sesuai mekanisme pasar, meski proses perizinan yang difasilitasi pemerintah sudah cukup bagus,” kata dia.

Selain rumah bersubsidi, para pengembang di DIY juga menggenjot penjualan rumah terjangkau dengan kisaran harga Rp300 juta karena dinilai memiliki pangsa pasar yang tidak kalah besar di provinsi ini.

Ia meyakini Agustus hingga Desember 2018 pertumbuhan penjualan rumah akan meningkat seiring dengan masa tahun ajaran baru.

Ia mengatakan pada tahun ini pihaknya akan menyertifikasi seluruh pengembang untuk mempertahankan kualitas produksi properti. Menurut Rama, dengan mendapatkan sertifikasi, maka pengembang akan mendapatkan pengakuan baik dari aspek manajemen konstruksi, pemasaran, hingga keuangan.

Untuk menghadapi terus meningkatnya harga tanah di DIY, sebelumnya Ketua Badan Pertimbangan Organisasi REI DIY Nur Andi Wijayanto menilai kawasan bersama atau menyerupai konsep “bank tanah” itu perlu dikembangkan di DIY sebab kenaikan harga tanah di Yogyakarta jika dihitung secara agregat rata-rata mencapai 10 persen di atas inflasi. (Ant)

Lihat juga...