Realisasi Investasi di Indonesia Mendekati Target Rp765 Triliun
Editor: Mahadeva WS
PADANG – Direktur Deregulasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Yuliot mengatakan, realisasi investasi di Indonesia pada kuartal pertama (Januari-Maret) 2018 mencapai seperempat dari target.
Dengan target investasi mencapai Rp765 trilun, yang sudah terealisasi hingga kuartal pertama sebesar Rp185,3 triliun. “Untuk target peningkatan investasi tahun ini kita patok 14 persen dari terget investasi 2017 lalu yang hanya Rp 678,8 triliun,” katanya di Padang, Kamis (19/7/2018).
Negara yang banyak menanamkan investasi ke Indonesia masih didominasi oleh Singapura, Jepang, dan Cina. Menurutnya, perhitungan Singapura ini bukanlah semua pelaku investornya dari Singapura, tapi merupakan gabuangan dari dari beberapa negara lainnya.
Ada kebijakan BKPM yang menyebut persyaratan investasi negara Asean yang dimungkinkan sebesar 70 persen. Jadi banyak negara yang masuk berinvestasi ke Indonesia menggunakan jalur dari Singapura, untuk memenuhi kuota 70 persen tersebut. Investasi yang banyak berkembang di Indonesia adalah di bidang industri, sektor jasa, kemudian infrastruktur dalam bentuk kegiatan kerjasama pemerintah badan swasta.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat Maswar Dedi mengatakan, di Sumatera Barat target investasinya mencapai Rp4,3 triliun. Ia menyatakan optimis target itu bisa tercapai, karena sejak beberapa tahun ini Pemprov Sumatera Barat gencar mempromosikan atau menjual potensi investasi di Sumatera Barat ke berbagai negara. “Ya karena kita sering keluar negeri untuk menjual potensi investasi itulah, yang membuat kita optimis target tercapai,” tegasnya.
Salah satu yang dibidik adalah Negara Maroko. Rombongan dari Pemprov Sumatera Barat datang ke Maroko bersama Kementerian Perdagangan dalam sebuah pertemuan forum bisnis. Maroko menyatakan sangat berminat untuk menerima eskpor hasil rempah-rempah dari Sumatera Barat.
Menurutnya, rempah-rempah yang paling diinginkan ialah gambir. Daerah yang paling banyak mengeskpor gambir adalah Sumatera Barat. Namun investasi yang mereka inginkan ialah semacam pendirian pabrik untuk pengelolaan gambir, sehingga gambir asal Sumatera Barat tidak langsung dijual, tapi dikelolah dulu.
Pemprov Sumatera Barat juga akan mendatangi Rusia. Di negara tersebut, Sumatera Barat akan menjual potensi energi terbarukan dan pariwisata di Mentawai. Kini Mentawai menjadi tujuan utama wisatawan untuk melakukan kegiatan berselancar. “Saya baru tahu kalau 80 persen wisatawan asing itu datang ke Mentawai. Mereka datang dari berbagai negara yang hobi bermain selancar seperti Brazil. Apalagi di bulan Juli ini kondisi ombak sangat tinggi di Mentawai, jadi saat ini wisman banyak ke Mentawai,” sebutnya.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, Forum Kebijakan Investasi Pusat dan Daerah yang diselenggarakan oleh BKPM RI di Padang merupakan kegiatan BKPM yang dibawa ke Padang. Karena adanya kegiatan itu, BKPM memperkenalkan Sumatera Barat ke sejumlah BKPM se-Indonesia yang hadir di Padang.
Nasrul menyatakan, BKPM melihat Sumatera Barat merupakan daerah yang cukup bagus peningkatan investasinya. Terutama di bidang energi terbarukan, pariwisata, serta di bidang infrastruktur dan jasa. Dengan hadirnya BKPM dari berbagai provinsi di Indonesia, bisa mempelajari cara yang dilakukan oleh Pemprov Sumatera Barat untuk menarik investor dalam membangun daerah.