BALIKPAPAN – Produksi jagung di Kalimantan Timur (Kaltim) setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut terjadi seiring bertambahnya luas areal produksi tanaman jagung.
Produksi jagung Kaltim di 2016 mencapai 22,13 ton. Angkanya bertambah di 2017 menjadi sebanyak 56,597 ton atau meningkat 60,89 persen. Luas panen jagung di 2016 mencapai 4.948,3 hektare (ha). Sedangkan di 2017, areal meningkat menjadi 11.139,8 ha. Perluasan lahan tersebut berbanding lurus dengan peningkatkan hasil panen.
“Peningkatan produksi dan luas areal tanam tak lepas dari peran petani dan pemerintah yang bersinergi dan konsisten dalam menjalankan program untuk ketahanan pangan di Kaltim,” terang Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kaltim, H Ibrahim, Senin (23/7/2018).
Dalam upaya meningkatkan produksi jagung, beberapa strategi yang dijalankan diantaranya, perluasan areal tanam, peningkatan produksi, pengamanan produksi dan penguatan lembaga maupun pembiayaan. “Tidak hanya itu, kami juga langsung ke lapangan melalui penyuluh dengan membina para petani. Berdiskusi kendala apa yang ditemui selama masa tanam. Sehingga petani dalam penanaman tidak akan menemui kendala dan terus meningkatkan produksinya,” papar Ibrahim.

Tujuan dari penyuluh datang adalah untuk meningkatkan produktivitas. Penyuluhan yang diberikan salah satunya tentang teknik pengolahan lahan yang baik, bibit yang dipakai juga adalah bibit unggul.
“Pemupukan juga harus rajin dilakukan. Selama ini, bibit dan pupuk sudah disubsidi pemerintah,” imbuhnya.
Dengan strategi yang diterapkan, Ibrahim mencatat, selama ini tidak ada kendala yang berarti. Jagung termasuk mudah dibudidayakan di Kaltim. Kabupaten paling utara di Provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Berau adalah penghasil jagung terbesar di Kaltim. Sekitar 63 persen pasokan jagung Kaltim berasal dari Kabupaten Berau. “Berau menjadi prioritas program pengembangan komoditas jagung,” pungkas Ibrahim.