Presiden Tegur Chairul Tanjung

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Presiden RI, Joko Widodo, memastikan akan memantau pengumpulan dana wakaf untuk pembangunan Menara MUI. Ia juga berjanji, akan memberikan bantuan dana pembangunan, meski tidak banyak, demi mempercepat pembangunan proyek ini.
“Meskipun saya bukan orang kaya, tapi saya sedikit-sedikit bisa Pak Kiai (red-KH Ma’ruf Amin). Tidak banyak, tapi memberi semangat saja agar menara ini segera diselesaikan, dan MUI mempunyai kantor sendiri,” kata Presiden, saat menghadiri tasyakuran dan milad ke-43 Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Peletakan Batu Pertama pembangunan menara MUI, di Jalan Raya Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (26/7/2018).
Pada kesempatan ini, Presiden juga menegur CEO CT. Corp., Chairul Tanjung, yang hadir pada tasyakur MUI. Ia mengimbau Chairul Tanjung untuk memberikan bantuan dana pembangunan Menara MUI.
Karena, menurutnya, baru lima orang yang memberikan bantuan dana wakaf untuk pembangunan menara ini. Salah satunya, mantan Wakil Presiden RI, Tri Sutrisno, yang juga hadir pada kesempatan ini.
“Yang naik panggung baru lima orang. Pak Chairul Tanjung belum naik panggung. Saya baru saja baca tadi pagi, beliau ini masuk dalam lima besar orang kaya di Indonesia,” ujar Presiden disambut tepuk tangan hadirin.
Presiden juga meminta Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin, untuk melaporkan sumbangan Chairul Tanjung dalam membantu pendanaan pembangunan menara di atas lahan dua hektare ini.
“Tolong Pak Kiai, nanti dilaporkan Pak Chairul Tanjung nyumbangnya berapa, wakafnya harus jelas. Belum pengusaha lainnya, nanti akan saya tegur satu per satu,” kata Presiden.
Presiden Jokowi juga mengingatkan umat yang hadir, bahwa aset terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan. Dia berharap, agar rakyat Indonesia senantiasa membangun ukhuwah Islamiyah dan menjaga ukhuwah wathaniyah.
“Aset terbesar kita adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan. Aset ini anugerah dari Allah SWT yang harus kita jaga, dengan berbagai keragaman budaya, adat istiadat, dan agama,” ucapnya.
Dia berharap,  agar jangan gara-gara pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) maupun pemilihan presiden (pilpres), persatuan, kerukunan dan persaudaraan, retak. Karena bagaimana pun, menurutnya, pesta demokrasi setiap lima tahun akan terus berjalan.
“Marilah kita bersama-sama selalu berprasangka yang baik, mengembangkan pikiran-pikiran yang penuh kecintaan. Kita jangan mudah curiga dan berprasangka buruk,” ucapnya.
Presiden juga mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-43 MUI, dan berharap, MUI membantu pemerintah dalam mensejahterakan rakyat Indonesia.
“Selamat milad ke-43 MUI, mohon tausyiah, mohon uswahnya dan kutwahnya demi kejayaan Indonesia dan kesejahteraan umat,” tutupnya.
Lihat juga...