Kehadiran Posdaya di Limapuluh Kota Turut Bentuk Karakter Masyarakat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LIMAPULUH KOTA — Keberadaan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dinilai mampu membawa perubahan di tengah masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Tidak hanya memunculkan berbagai usaha ekonomi, Posdaya juga mempengaruhi cara pandang masyarakat terhadap bentuk-bentuk intervensi pembangunan dan meningkatkan kualitas keluarga miskin.

Ketua Umum Lembaga Koordinasi Kesehahteraan Sosisal (LKKS) Kabupaten Limapuluh Kota, Monalisa mengatakan, keberadaan Posdaya di daerahnya, telah menghasilkan beberapa perubahan cara pandang masyarakat dan kualitas keluarga miskin.

Masyarakat yang semula menilai rendah pendidikan, kini justru menilai pentingnya pendidikan dan kesehatan yang ditandai dengan tingginya animo mereka mengunjungi Posyandu dan Posbinduyang yang menjadi bagian dari Posdaya. Hal demikian membuat jumlah Balita kurang gizi menjadi jauh berkurang.

Tidak hanya itu, Posdaya juga dinilai telah menumbuhkan kegiatan ekonomi masyarakat di bidang pangan, kerajinan dan jasa.

Hebatnya lagi, adanya Posdaya juga mampu menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan memulai mengolah sampah menjadi rupiah.

“Keberadaan Posdaya benar-benar memberikan dampak positif di tengah masyarakat. Di bidang pendidikan misalnya, Posdaya ikut melaksanakan kegiatan PAUD dan kejar Paket A, B dan C. Begitu pula di bidang kesehatan, wira usaha, lingkungan serta bidang budaya dan agama,” ujarnya, Sabtu (28/7/2018).

Menurutnya, perkembangan Posdaya di Limapuluh Kota cukup menggembirakan. Jika dilihat pada data yang dimilikinya, jumlah semula pada 2012 hanya 2 kelompok, kini terus bertambah menjadi 49 kelompok.

“Dari sebanyak itu, 18 kelompok di antaranya dinilai cukup aktif. Hal ini suatu penilaian yang positif,” katanya.

Ia menargetkan akan terus mengembangkan Posdaya tersebut.

“Target kita adalah satu jorong satu Posdaya. Sesuai jumlah jorong yang ada, artinya Posdaya yang akan kita bentuk adalah 460,” tegasnya.

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi mengakui kehadiran LKKS Posdaya cukup memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat. Bahkan ada di antaranya yang sudah mengolah kotoran sapi menjadi biogas, pupuk organic dan memiliki kebun seperti Posdaya Sehati di Jorong Bukik Nagari Batu Payuang.

Selain itu juga ada yang sukses memproduksi teh gambir seperti yang dilakukan Posdaya di Nagari Talang Maur. Harus diakui, Posdaya telah banyak memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

Kesuksesan lainnya, ada di antaranya yang sudah berhasil memproduksi teh gambir yang memiliki kasiat bagi kesehatan, serta ada pula yang sudah memproduksi bio gas, pupuk organik dan merebut prestasi di tingkat nasional.

Irfendi berharap kegiatan LKKS terus berlanjut dan semakin berkembang demi mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia tidak ingin lagi ada anak pintar dari keluarga miskin yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi karena ketiadaan biaya.

“Kegiatan LKKS merupakan salah satu solusi mengantaskan kemiskinan. Karenanya, kita berharap kegiatan itu terus berlanjut di Kabupaten Limapuluh Kota,” ucapnya.

Ketua Umum LKKS Provinsi Sumatera Barat, Nevi Zuairina mengatakan, sebagai lembaga kesejahteraan sosial di tingkat jorong/nagari, Posdaya memiliki peran penting dalam penanganan masalah kemiskinan maupun penguatan fungsi-fungsi keluarga.

Atas dasar pertimbangan itu, LKKS Provinsi Sumbar memadang perlu menumbuhkembangkan Posdaya. Salah satunya dengan melakukan bimtek bersama LKKS, sebagai penguatan peran LKS Posdaya dalam penanggulangan kemiskinan.

Lihat juga...