Jakarnaval Kembali Digelar Ramaikan Asian Games 2018

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Setelah absen dua tahun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan kembali menggelar iven Jakarnaval, untuk memeriahkan puncak ulang tahun ke-491 Kota DKI Jakarta, di sekitaran Munomen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (8/7), mendatang.
Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, mengatakan, Jakarnaval kali ini akan lebih istimewa. Tidak hanya menjadi puncak HUT Jakarta, namun juga untuk menyambut Asian Games dan Asian Para Games 2018.
“Jakarnaval 2018 ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dua tahun sebelumnya tidak ada. Tapi tahun ini, spesialnya kita antisipasi sekitar setengah juta warga akan ikut memeriahkan, dengan 4.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk atlet, Abang-None, juga bendera-bendera dari 45 negara, dan banyak sekali mulai dari kearifan lokal,” kata Sandi, kepada wartawan di Balai Irung, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (4/6/2018).
Menurutnnya, acara Jakarnaval ini sebagai bentuk jawaban Pemprov dari tantangan Presiden Joko Widodo dalam memeriahkan Asian Games.
“Jadi, kita masuk dengan tema ‘the spirit of Jakarta’ menyambut Asian Games dan Asian Para Games. Jadi ini adalah jawaban kami terhadap challenge yang diberikan Bapak Presiden Jokowi untuk memeriahkan Asian Games. Challenge yang terus didengungkan untuk meningkatkan demam fever dari Asian Games ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Tinia Budiati, mengatakan, konsep acara Jakarnaval ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini kita khusus membawa semangat kesuksesan Asian Games dan Asian Para Games 2018. Tahun ini adalah tonggak sejarah baru bagi Jakarta, dan sebagai tuan rumah sudah menjadi kewajiban kami untuk mempromosikannya,” kata Tinia, di tempat yang sama.
Jakarnaval 2018 mengusung tema ‘The Spirit of Jakarta’. Tinia mengatakan Jakarnaval ini sekaligus meningkatkan demam Asian Games dan Asian Para Games 2018
“Jakarnaval 2018 ini sekaligus menjadi ajang promosi besar bagi kedua pesta olah raga tersebut. Jadi, Jakarnaval ini mengusung citra ‘Jakarta Kota Maju Pariwisata, Bisnis, Olahraga, Sejahtera dan Sehat Warga Bahagia'”, ujarnya.
Jakarnaval akan dilaksanakan pada Minggu, 8 Juli 2018, pukul 15.00 WIB hingga 22.00 WIB. Pada Jakarnaval ini, Tinia menargetkan 4.000 peserta bakal meramaikan pesta rakyat ini.
“Kami menargetkan akan menarik sekitar lima ribu hingga satu juta pengunjung, dan akan ada 70 kendaraan hias yang akan menjadi daya tarik,” ungkap dia.
Tinia menjelaskan, bahwa acara Jakarnaval ini akan dimeriahkan dengan pawai Jakarnaval dengan pasukan pembawa bendera dari 45 negara peserta Asian Games 2018. Kemudian peserta juga akan tampil dengan pakaian cabang olah raga Asian Games sebagai ajang promosi.
“Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, tidak hanya di Jakarta tapi juga masyarakat internasional,” kata Tinia.
Pada acara tersebut, Pemprov DKI menganggarkan Rp3,7 miliar. Tinia mengatakan, dana yang digunakan tahun ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Dia menuturkan, diselenggarakannya kembali Jakarnaval untuk mengobati kerinduan masyarakat.
“Sekarang Rp3,7 miliar, tetapi bisa buka file yang diselenggarakan 2015 dengan sekarang. Saya optimis karena yang terdaftar empat-lima ribu. Saya terus terang saja, ini untuk mengobati kerinduan masyarakat,” terang Tinia.
Tinia juga menuturkan, akan bekerja sama dengan panitia Asian Games dan Dinas Olahraga. Ada pertunjukkan maskot Asian Games untuk mengkampanyekan iven itu ke masyarakat.
Selain itu, peserta Jakarnaval 2018 akan dibagi menjadi dua rute. Nantinya pawai dengan berjalan kaki mulai dari depan Balai Kota Jakarta dan berakhir di sisi barat Silang Monas.
Sedangkan pawai kendaraan hias akan dimulai dari depan Balai Kota, kemudian mengitari patung arjuna Wiwaha dan berakhir di sisi Barat Silang Monas.
Pembukaan Jakarnaval akan dihadiri para Duta Besar Peserta Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Akan hadir pula para Wali Kota, Ketua INASGOC, Ketua Asian Para Games, dan berbagai tokoh masyarakat.
Sementara itu, dana Jakarnaval 2015 mencapai Rp8 miliar sempat mengundang tanda tanya besar. Sedangkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta saat itu, Heru Budi Hartono, mengaku dikirimi pesan BBM oleh Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk mengecek lagi dana tersebut.
Ahok diketahui menghentikan pelaksanaan Jakarnaval pada 2016 dan 2017. Menurutnya, Pemprov DKI saat itu beralasan ingin menghemat anggaran untuk pembangunan infrastruktur.
Lihat juga...