HSU Kembangkan Puskesmas Ramah Anak
AMUNTAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, mengembangkan pusat kesehatan masyarakat ramah anak untuk meningkatkan pelayanan kesehatan berdasarkan konvensi anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Gusti Iskandariah di Amuntai, Jumat mengatakan, saat ini pemerintah terus berupaya mewujudkan status kabupaten layak anak.
Untuk memenuhi komitmen tersebut, tambah dia, kini upaya peningkatan pelayanan masyarakat dan pembangunan daerah, selalu mempertimbangkan kepentingan kebutuhan anak.
“Kini kami juga sudah memiliki Puskesmas ramah anak,” kata Gusti.
Ada beberapa indikator Puskesmas ramah anak yang perlu dipenuhi, di antaranya adalah penyediaan tempat bermain ramah anak, tenaga medis yang melayani dengan ramah, dan pelayanan gizi yang memadai bagi anak-anak.
Ia menambahkan, HSU telah memiliki tenaga pendidik dan layanan kesehatan yang dilatih berdasarkan konvensi Hak Anak.
Secara kelembagaan perlindungan anak juga telah terstruktur dengan baik, bahkan HSU memiliki Pusat Pelayanan Keluarga (Puspaga) dalam upaya pencegahan pernikahan dini serta bimbingan pengasuhan oleh tenaga profesional.
“Peran instansi pemerintah dan dunia usaha juga meningkat dalam upaya pemenuhan hak anak, diantaranya kita sudah menandatangani MoU dengan Bank Kalsel dan Apotek Efi,” terangnya.
Pihak DPPPA Kabupaten HSU, juga gencar menyosialisasikan perlindungan dan pemenuhan hak anak melalui media lokal.
“Alhamdulillah kita juga sudah memiliki profil anak di 34 desa dan terus dikembangkan,” katanya.
Status Kabupaten Layak Anak yang disandang Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan sejak 2017 terus meningkat kategorinya dari kategori Pratama menjadi Madya.
Penghargaan kategori Madya ini diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise kepada Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H.Husairi Abdi pada Acara Penghargaan Kabupaten/kota Layak Anak (KLA) di Surabaya.
Target berikutnya yang ingin diraih Pemerintah HSU adalah, status KLA dengan kategori utama.
“Peningkatan sarana dan prasarana untuk Kabupaten Layak anak terus dilakukan Pemda HSU, untuk bisa mencapai Kategori Utama, yang semoga di tahun-tahun mendatang bisa tercapai,” kata Gusti.
Gusti mengatakan penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Madya berhasil diperoleh HSU melalui berbagai upaya, seperti pencapaian pemberian akta kelahiran yang mendekati angka Nasional.
Selain itu, kata Gusti, keterlibatan Forum Anak (FA) sebagai pelopor dan pelapor dalam memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah juga menjadi poin penilaian. (Ant)