BIAK – Warga Kampung Imbari, Distrik Warsa, Kabupaten Biak Numfor, Papua, menggalakkan budi daya tanaman melinjo (gnetum gnemon) di lingkungan halaman rumah.
Kepala Distrik Warsa, Marthen Wompere, mengakui budi daya tanaman melinjo untuk mendukung program lingkungan pemanfaatan lahan hijau rumah.
“Melalui budi daya melinjo, ke depan warga mendapatkan penghasilan tambahan keluarga,” ungkap Kadistrik, Warsa Marthen Wompere.
Ia mengajak kelompok tani yang membudidayakan tanaman melinjo untuk memerhatikan perawatan selama pascatanam.
Marthen menyebut, tanaman melinjo banyak manfaat secara ekonomi, di antaranya buah melinjo dapat diolah menjadi keripik emping.
“Tanaman dapat diolah menjadi lauk sayur mayur, sementara melinjo kaya antioksidan dan bisa meningkatkan daya tahan tubuh,” katanya.
Puluhan kepala keluarga Kampung Imsbari Distrik Warsa, menurut Marthen, setahun belakangan ini menggalakkan juga tanaman buah gatal sebagai obat lokal untuk berbagai jenis penyakit.
“Pemerintah Distrik Warsa mendorong setiap kampung memanfaatkan dana desa, untuk membangun sentra ekonomi kampung, ya keberadaan dana desa mampu menyelesaikan berbagai kebutuhan masyarakat kampung,” ungkap Kadistrik Marthen Wompere.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Biak, Made Suaryadana, mendorong warga di berbagai kampung untuk membentuk kelompok tani untuk memanfaatkan lahan pertanian setempat.
“Setiap rumah tangga diharapkan bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan berbagai jenis tanaman, sehingga memperoleh nilai ekonomis,” katanya.
Berdasarkan data, untuk memperoleh bibit tanaman melinjo, warga kampung Imsbari melakukan pembibitan sendiri dengan cara mengkoker yang dibimbing tenaga penyuluh pertanian setempat. (Ant)