ASN Flores Timur Diminta Menjauhi Narkoba

Editor: Mahadeva WS

LARANTUKA – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Flores Timur diminta untuk menjauhi narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba). Hal tersebut disampaikan Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon saat memimpin apel Kesadaran ASN Flores Timur yang dipadukan dengan peringatan Hari Anti Narkona Internasional tingkat kabupaten Flores Timur, Selasa (17/7/2018).

“Seluruh pemangku kepentingan, apalagi ASN sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat harus konsisten perangi Narkoba. Meski data kasus Narkoba kecil di Flotim, bukan berarti ASN dan masyarakat bebas dari Narkoba,” tutur Antonius Gege.

Anton mengatakan, peringatan anti narkoba bukan hanya seremonial. Melainkan moment bagi ASN untuk merefleksikan diri agar waspada dari Narkoba. “Narkoba jadi ancaman bagi generasi muda dan merusak masa depan bangsa, generasi penerus bangsa. Narkoba tidak mengenal strata sosial dan mengancam semua elemen masyarakat dan dampaknya luar biasa,” tuturnya.

Flores Timur sebagai daerah kepulauan disebut Anton, memiliki akses ke dunia luar sangat terbuka. Hal tersebut berpotensi menjadi pintu masuknya Narkoba. ASN dan masyarakat juga sering berhubungan dengan dunia luar, sehingga bisa tergoda oleh Narkoba.

Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli,SH menegaskan, pihaknya telah melakukan tes narkoba kepada ASN. Nantinya tes juga akan dilakukan kepada semua perangkat desa. “Tes narkoba bukan saja bagi para ASN saja baik di dinas dan OPD tetapi hingga pegawai kecamatan dan semua pegawai yang bertugas di kecamatan hingga semua perangkat desa. Kita harus memulainya dari aparatur pemerintah agar bisa memberikan teladan bagi masyarakat,” tuturnya.

Usai apel, Antonius Gege diikuti Kapolres Flotim AKBP Arri Vaviriyantho, Dandim Kodim 1624/Flotim Letkol Inf.Komang Agus, Wakil Ketua DPRD Flotim Robert Rebon Kereta, Sekretaris Daerah Anton Tonce Matutina dan pimpinan OPD menempel stiker anti narkoba di kendaraan umum.

Lihat juga...