TNI Harus Netral di Pilkada 2018

Editor: Koko Triarko

SUMBAWA – Komando Resort Militer 162/Wira Bhakti, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, mengingatkan kepada jajaran TNI untuk senantiasa menjaga netralitas jelang pelaksanaan Pilkada 2018 secara serentak di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
“Terkait dengan Pilkada serentak pada Juni mendatang, para Prajurit TNI harus tetap menjaga netralitas TNI, jangan sampai terlibat politik praktis yang dapat merusak citra TNI maupun personel bersangkutan”, kata Rizal, Senin (4/6/2018).
Kepada segenap prajurit TNI, dirinya meminta supaya mematuhi ketentuan yang ada,  sebab TNI memang dilarang UU untuk terlibat politik praktis dan sanksinya pun sudah sangat jelas bagi yang melanggar.
Selain itu, Rizal juga meminta kepada jajaran TNI, agar menjaga kepercayaan masyarakat maupun pemerintah daerah, dengan terus membantu pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah teritorial yang menjadi tanggung  jawab masing-masing, baik dalam proses pembangunan maupun menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kepercayaan masyarakat maupun pemerintah yang sudah selama ini terbangun dengan baik. Kepada TNI bisa tetap dijaga dan ditingkatkan”, katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan kepada para Babinsa dan Danramil, agar menguasai manajemen teritorial, karena tugas ke depan semakin sulit dan kompleks.
Hal ini mengingat Danramil dan Babinsa merupakan ujung tombak di tingkat masyarakat paling bawah, baik dalam menjalankan program pemerintah pusat dan daerah, maupun menjaga dan menyelesaikan konflik sosial di tengah masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur NTB juga menekankan akan pentingnya kekompakan dan netralitas aparat Kepolisian dan TNI selama gelaran Pilkada 2018 berlangsung di NTB, sehingga akan bisa berlangsung aman dan damai.
Dengan netralitas tersebut, selain akan mampu menjaga keamanan dan ketertiban selama Pilkada berlangsung, juga akan menghasilkan calon pemimpin berkualitas.
Lihat juga...