Satu Titik Panas Terdeteksi di Aceh
BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang mendeteksi satu titik panas berada di Aceh. Pantauan sensor modis dengan menggunakan kedua satelit yakni Terra dan Aqua menyebut, titik panas tersebut terdapat di dataran tinggi wilayah Tengah di Aceh.
“Ya. Rabu (20/6/2018), kembali terpantau satu titik panas di Aceh,” ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Zakaria Ahmad di Aceh Besar, Rabu (20/6/2018).
Lokasi titik panas berada di daerah yang masih terisolir. Lokasinya melintasi wilayah perbukitan dan pengunungan dengan jarak tempuh melalui jalan darat yang cukup jauh. Titik panas terdeteksi pada titik kordinat di 97,42 Bujur Timur dan 3,89 Lintang Utara. Masuk wilayah Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues.
Tingkat kepercayaan atas kebakaran hutan dan lahan menunjukkan, patut diduga sebagai titik api dengan angka 84 persen. Kemungkinan besar baik hutan dan lahan yang terdeteksi satelit, telah terbakar. Pihaknya tetap mengingatkan bahaya membakar hutan dan lahan terutama di lahan bergambut. Wilayah Aceh sedang memasuki musim kemarau.
“Memang mayoritas berbagai daerah di provinsi ini, dilanda cuaca buruk beberapa hari terakhir di pekan ini. Tetapi itu, bukan jaminan terbebas dari titik panas,” tegas Zakaria.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengatakan, akan memperketat pengawasan di wilayah Aceh dan Kalimantan Selatan (Kalsel) demi mencegah terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
“Saya memang harus hati-hati, sekarang berarti menjaga Aceh dan Kalsel. Selama ini saya hanya berpikir menjaga Riau dan Sumsel (Sumatera Selatan). Sumsel memang kami sering jaga, Kalbar (Kalimantan Barat) juga kami jaga. Tapi di awal-awal Aceh sama Sumsel saya luput. Saya akan perhatikan,” tandas Menteri Siti. (Ant)