Korut dan Cina Rundingkan Denuklirisasi

Ilustrasi Semenanjung Korea - Foto: Dokumentasi CDN

SEOUL – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Cina Xi Jinping telah saling memahami sikap masing-masing dalam berbagai persoalan, termasuk penghapusan nuklir di Semenanjung Korea.

Kesepakatan tersebut diperoleh, saat keduanya bertemu. Kim dan Xi bersama-sama membahas pertemuan bersejarah antara Kim dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Singapura pekan lalu. Kantor Berita Koera Utara (KCNA) menyebut, keduanya saling bertukar pikiran mengenai bagaimana menyelesaikan persoalan nuklir kawasan tersebut.

Kim juga menjanjikan kepada Xi kerja sama demi menciptakan perdamaian nyata sebagai bagian dari masa depan baru di Semenanjung Korea. Sementara Xi mengatakan, kerja sama di Semenanung Korea akan memastikan perdamaian dan stabilitas kawasan.

“Saya percaya bahwa, dengan upaya bersama antara Cina dan Korea Utara, hubungan yang lebih baik akan membawa keuntungan bagi kedua negara dan rakyatnya,” kata Xi saat bertemu Kim di Beijing.

Kim mengakhiri kunjungan dua hari di Beijing dengan menghadiri pameran inovasi pertanian dan pusat komando kereta bawah tanah di Beijing. Kunjungan Kim terjadi beberapa saat usai pertemuan puncak antara dirinya dengan Trump di Singapura. Saat itu kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen untuk berupaya mewujudkan penghapusan penuh nuklir di Semenanjung Korea.

Usai pertemuan itu, Trump secara mengejutkan mengatakan, Dia akan menghentikan latihan militer bersama antara Amerika Serikat dengan Korea Selatan yang provokatif. Amerika Serikat dan Korea Selatan mengaku telah sepakat untuk membatalkan latihan militer bersama yang dijadwalkan akan digelar pada Agustus.

Meski demikian, nasib latihan lainnya pada masa depan masih belum diputuskan. Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-hwa mengatakan, pembatalan latihan akan dipertimbangkan kembali pada masa depan. Kebijakannya bergantung pada situasi terkini terkait Korea Utara.

“Ini adalah bukti dari niat baik untuk memperkuat momentum dialog. Tentu saja keputusan ini bisa dirubah. Latihan bersama bisa kembali digelar jika perundingan melambat, atau jika Korea Utara tidak menepati komitmen mereka terkait denuklirisasi,” kata Kang.

Terkait pertemuan antara Kim dan Xi, banyak pihak memperkirakan bahwa Kim bertujuan untuk menginformasikan hasil pertemuannya dengan Trump. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa Pyongyang akan mengembalikan jasad pasukan Amerika Serikat yang tewas dalam perang Korea tahun 1950-1953. (Ant)

Lihat juga...