BTNGMb Imbau Pendaki Merbabu Waspadai Kebakaran

Ilustrasi -Dok: CDN

BOYOLALI – Badan Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) mengimbau para pendaki ke puncak Gunung Merbabu mewaspadai dan tidak membuat api. Termasuk tidak menyalakan rokok, untuk mengantisipasi kejadian kebakaran hutan.

“Kami mengimbau para pendaki untuk waspada, dan tidak membuat api unggun, menyalakan rokok saat melakukan pendakian Gunung Merbabu sebagai langkah antisipasi kebakaran pada musim kemarau,” kata Kepala Sub-Bagian Tata Usaha BTNGMb Johan Setiawan di Boyolali, Rabu (20/6/2018).

BTNGMb juga mengingatkan semua pengelola resort pintu pendakian Gunung Merbabu untuk mensosialisasikan hal tersebut  kepada para pendaki. “Petugas pintu dan jalur pendakian Gunung Merbabu juga ditekankan agar memberi pengetahuan pendaki. Ada lima pintu jalur pendakian Merbabu, antara lain Selo (Boyolali), Tekelan (Salatiga), Cuntel (Salatiga), Wekas, dan Suwanting (Kabupaten Magelang).

Memasuki musim kemarau, Gunung Merbabu sangat rawan terjadi kebakaran. Berdasarkan pengalaman, jika sudah terjadi kebakaran dan merembet ke kawasan puncak Merbabu, maka sangat sulit dipadamkan. Sehingga upaya antisipasi harus digalakkan.

Sementara, pada musim libur lebaran tahun ini, terjadi peningkatan jumlah pendaki yang cukup signifikan di kawasan Gunung Merbabu yang mencapai ratusan orang. Pihaknya meminta masyarakat dan pendaki untuk berhati-hati dan tidak berbuat ceroboh dengan api.

Peristiwa kebakaran hutan Gunung Merbabu pernah terjadi pada 2015, dan menghanguskan sekitar 600-an hektare lahan di kawasan TNGMb. Diharapkan, kejadian tahun lalu tidak terulang lagi pada tahun ini.

BTNGMb bersama masyarakat dan instansi terkait melakukan deteksi dini dengan cara patroli secara intensif dan mensosialisasikan kerawanan kebakaran dengan memasang papan imbauan antisipasi kebakaran. “Kami mengajak masyarakat sekitar hutan seperti Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Mitra Polhut dan komponen lainnya secara bergantian melakukan patroli untuk mendeteksi dini kemungkinan munculnya titik api,” katanya.

Komponen warga yang tergabung di MPA cukup aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang dijumpai baik di pinggir kawasan maupun pengunjung pendakian. (Ant)

Lihat juga...