Pelatih Khawatir Skuat PSS Kelelahan

Editor: Koko Triarko

Seto Nurdiyantara, Pelatih Kepala PSS Sleman. -Foto: Sodik
YOGYAKARTA – Partai berat menanti PSS Sleman, setelah libur Lebaran usai. Tim berjuluk Super Elang Jawa dijadwalkan melakoni dua laga tandang ke Pulau Borneo. PSS bakal menantang tuan rumah Persiba Balikpapan dan Kalteng Putra pada lanjutan kompetisi Liga 2.
Selain di Liga 2, Super Elang Jawa juga bakal ambil bagian pada turnamen Piala Indonesia yang juga akan bergulir Juli ini. Di laga pertama Piala Indonesia, PSS Sleman akan bertandang ke Demak. Secara otomatis, Piala Indonesia akan menambah padat jadwal bertanding skuat Super Elang Jawa.
Kondisi ini pun mengundang kekhawatiran Pelatih Kepala, Seto Nurdiyantara. Seto tak memungkiri, ketatnya jadwal bertanding bakal berdampak pada kebugaran skuat asuhannya.
“Karena jadwalnya mepet, kami khawatir mereka kelelahan,” ucap Seto, Rabu (27/6/2018).
Seto mengungkapkan, jika benar kelelahan, maka kondisi itu akan menyulitkan tim kebanggaan Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) dalam usaha mengamankan posisi di klasemen grup timur. Saat ini, PSS Sleman berada di posisi kedua klasemen sementara Liga 2.
Kemungkinan kelelahan bukan satu-satunya problem PSS. Tim kebanggaan publik Sleman juga tengah dihantam badai cedera. Tiga pemain sedang mengalami cedera, yakni I Made Wirahadi, Syamsul Chaerudin, dan M. Sahrul Kurniawan. Kemudian Ilham Irhas yang mengalami kecelakaan dan masih menjalani perawatan, serta Christian Gonzales yang masih belum bisa bermain, karena masalah regulasi.
Seto mengakui, lima pemainnya tidak memungkinkan untuk bermain dalam waktu dekat utntuk Laskar Sembada. Praktis, timnya akan bergabung dengan 20 pemain yang siap bertanding.
“Pemain kami yang siap sangat terbatas, kami harus bisa memaksimalkan kondisi terbatas ini,” katanya.
Seto menambahkan, banyaknya pemain yang cedera membuat tim pelatih memfokuskan pelatihan untuk menjaga kondisi fisik pemain, agar tetap fit dan siap melakoni laga yang berdekatan.
Di sisi lain, Seto memastikan kemampuan teknis tetap diberikan sesuai kebutuhan.
“Pertandingan sangat ketat, sehingga sangat riskan bagi pemain. Apalagi, jumlah pemain terbatas, dan tidak bisa menambah pemain dalam waktu dekat. Kami ingin semuanya tetap fit,” pungkasnya.
Lihat juga...