Kapolres Pamekasan: Jangan Terprovokasi Tantangan Carok

Ilustrasi pilkada serentak - Foto Dokumentasi CDN

PAMEKASAN – Kapolres Pamekasan, Jawa Timur, AKBP Teguh Wibowo mengimbau, masyarakat tidak terprovokasi tantangan carok pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan pada pilkada.

Pesan tantangan tersebut disebarkan secara berantai dalam bentuk rekaman pesan suara dan media sosial facebook menjelang Pilkada 27 Juni 2018. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing atau terprovokasi hal tersebut,” ujar Kapolres, Selasa (19/6/2018).

Pesan rekaman suara yang berisi tantangan carok disampaikan oleh orang yang mengaku bernama Ra Fauzan dari Beruh, Proppo, Pamekasan. Pesan ini menyebar kepada para pengguna aplikasi messenger whatsApp dalam beberapa hari terakhir ini.

Dalam rekaman berdurasi 1 menit 7 detik tersebut, sang penyampai pesan menghujat orang yang bernama Ra Ali dan menantang untuk melakukan carok. Tantangan diberikan, karena yang bersangkutan dinilai selama ini menyampaikan komentar melalui facebook dan whatsApp yang dianggap tidak baik.

Di Pamekasan, Lora atau “Ra” merupakan gelar bagi putra tokoh agama atau kiai, dan penantang carok dan yang ditantang, keduanya merupakan putra kiai. Pesan rekaman suara tantangan carok ini menyebar luas kepada masyarakat Pamekasan, dan berpotensi menimbulkan carok massal. Apalagi, pesan balasan mengenai tantangan carok yang disampaikan Ra Fauzan kepada Ra Ali itu juga mulai beredar luas di masyarakat.

Dalam rekaman pesan suara balasan tantangan carok, sang penyampai pesan menyampaikan akan melayani tantangan carok yang disampaikan Ra Fauzan yang disebarkan melalui pesan berantai whatshapp sebelumnya, apabila yang bersangkutan memang memaksa.

Namun, sang penyampai pesan balasan tantangan carok Lora Fauzan itu, bukan Ra Ali. Dalam rekaman pesan suara balasan berdurasi 56 detik tersebut, terdengar nara suara keras dan penuh emosi. “Jika memang ingin carok, tidak usah dengan Ra Ali, dengan saya saja, ketemuan dengan saya dimanapun,”. Demikian pesan suara balasan tantangan carok itu.

Lora yang terlibat tantangan carok melalui pesan suara berantai whatshapp ini merupakan pendukung cabup dan cawabup berbeda di Pilkada 27 Juni 2018. Kapolres menjelaskan, sejak beredarnya pesan suara tantangan carok itu, pihaknya langsung memerintah Polsek Proppo dan Polsek Palengaan agar melakukan upaya preventif dengan meningkatkan patroli dan monitoring.

“Upaya mediasi antara kedua belah pihak terus kami lakukan. Mudah mudahan bisa terwujud. Mari semuanya, sama-sama berupaya menciptakan situasi yang kondusif, aman dan damai di Kabupaten Pamekasan ini,” katanya, menambahkan.

Pilkada di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang akan digelar pada 27 Juni 2018 diikuti dua pasangan calon. Masing-masing pasangan Badrut Tamam – Raja’e (Berbaur) dengan nomor urut 1 dan pasangan KH Kholilurrahman-Fathor Rohman (Kholifah) dengan nomor urut 2.

Kedua calon bupati itu, yakni Badrut Tamam dan Kholilurrahman, merupakan tokoh agama yang sama-sama mendapatkan dukungan ulama di wilayah itu. Keduanya juga masih famili dan berasal dari partai yang sama, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Badrut Tamam sebelumnya menjadi anggota DPRD Jatim dari PKB, sedangkan KH Kholilurrahman sebelumnya anggota DPR RI juga dari PKB. (Ant)

Lihat juga...