BMKG Deteksi 11 Titik Panas di Aceh
BANDA ACEH – Satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 11 titik panas di Aceh. Ke-11 titik panas tersebut berada pada lima kabupaten dan kota di Aceh.
Titik panas mayoritas terkosentrasi di wilayah Barat-Selatan di provinsi paling Barat di Indonesia tersebut. “Sore ini, satelit mendeteksi ada 11 titik panas di Aceh,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Zakaria Ahmad di Aceh Besar, Rabu (6/6/2018).
Dari belasan titik panas tersebut, delapan titik di antaranya terpantau berada di Aceh Selatan. Kedelapan titik panas tersebut tersebar di dua kecamatan. Empat titik terkosentrasi di Bakongan, dan dua titik lagi di Trumon. Kemudian dua titik panas terlihat di Bireun yang terkosentrasi di satu kecamatan, yakni Peudada.
Sisanya tiga titik panas masing-masing satu titik tersebar di Subulussalam, Aceh Jaya, dan Pidie Jaya. Titik panas tersebut patut diduga sebagai titik api akibat kebakaran lahan dan hutan. “Titik di tiga kecamatan, yakni di Rundeng (Subulussalam), lalu Bandar Dua (Pidie Jaya), dan Jaya (Aceh Jaya). Untuk tingkat kepercayaan mulai 59 persen hingga 89 persen,” jelasnya.
Pada Rabu (6/6/2018) juga dilaporkan, kebakaran lahan bergambut di wilayah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, pada awal pekan ini terpantau semakin meluas. Hal itu dipicu cuaca terik memasuki musim kemarau dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Aceh Barat Marzuki mengatakan, pihaknya belum bisa menyampaikan data akurat terkait luasan hektare lahan gambut terbakar dan pesebaran titik api. “Saya masih di perjalanan, tim BPBD pastinya sudah dikerahkan meninjau lokasi untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan dan cara-cara penanganan,” katanya. (Ant)