Jalur Lintas Tengah di Oku Rawan Kecelakaan
BATURAJA – Jalur lintas tengah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan rawan kecelakaan. Dengan demikian, pemudik yang akan melintas diminta untuk mewaspadainya.
Berdasarkan hasil survey Satlantas Polres Oku, terdapat beberapa titik jalur lintas tengah di Kabupaten OKU yang rawan kecelakaan. “Bagi para pengendara, khususnya pemudik Lebaran kami imbau untuk hati-hati saat melintasi jalur yang dinilai rawan terjadi kecelakaan. Misalnya dari Semidang Aji sampai Kecamatan Pengandonan,” kata Kasat Lantas Polres OKU, AKP Candra Kirana, Rabu (6/6/2018).
Dari hasil survey tersebut, Satlantas Polres OKU menyurati balai besar pelaksanaan jalan nasional. Di dalam surat tersebut, diminta dilakukan perbaikan terhadap jalan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. “Sudah kami layangkan surat ke pihak terkait untuk segera dilakukan perbaikan agar pemudik lebih aman saat melintasi jalur tersebut,” jelasnya.
Sedangkan di jalur mudik OKU yang rawan terjadi kemacetan berpotensi terjadi di jalan cor beton yang ada di Kecamatan Baturaja Barat. “Untuk jalan cor beton apabila terjadi trouble spot atau macet kemungkian karena keberadaan mobil besar, kapasitas 10 ton ke atas tidak di perkenankan masuk. Harus lewat jalur Muaraenim apabila tujuan ke Palembang,” jelasnya.
Kasi Pencegahan dan Kesiap Siagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Mailan Purnama mengatakan, jalur mudik di lima kecamatan di wilayah itu diketahui rawan terjadi longsor atau jalan amblas. “Misalnya jalur lintas di Kecamatan Ulu Ogan, Muarajaya dan Kecamatan Lengkiti. Jalan lintas wilayah Lengkiti ini merupakan salah satu akses kendaraan menuju Kabupaten OKU Selatan hingga ke Provinsi Lampung,” jelasnya.
Selain itu potensi juga terlihat di Kecamatan Baturaja Barat yang merupakan salah satu akses perlintasan kendaraan dari Baturaja menuju Kabupaten OKU Selatan dan Muaraenim. Lokasi tersebut juga rawan longsor atau jalan amblas sehingga pemudik diimbau waspada saat melintasi jalur tersebut.
“Satu lagi akses jalan di Kecamatan Baturaja Timur yang harus diwaspadai karena sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan daerah rawan longsor dapat disebabkan oleh abrasi sungai,” pungkasnya. (Ant)