Bantuan Alsintan Diharap Tingkatkan Produksi Petani di Balikpapan

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Yosmianto. –Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN — Guna meningkatkan produksi pertanian di Kota Balikpapan, petani memperoleh beberapa alat pendukung produksi melalui APBN dan APBD Provinsi Kalimantan Timur, berupa alat menanam padi, perontok jagung dan cultivator. 
Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Yosmianto, menjelaskan dengan bantuan alat yang diberikan melalui pemerintah pusat dan provinsi, produksi pertanian dapat meningkat. Karena bantuan yang diberikan bukan untuk petani padi, tapi juga petani lainnya, yaitu jagung.
“Harapannya bisa menambah produksi pertanian di Balikpapan, khususnya padi,” ungkapnya, Senin (4/6/2018).
Direncanakan, target produksi padi tahun ini seluas 150 hektare dengan target produksi 4 ton per hektare. “Targetnya 150 hektare itu padi gunung dan sawah. Untuk satu hektarenya sekitar 4 ton,” sebut Yosmianto.
Menurut pria yang akrab disapa Yos ini, bantuan yang diberikan tahun ini masih berupa pengadaan bibit, sarana produksi, pupuk, dan herbisida.
“Tahun ini pemkot belum ada bantuan alat pertanian, tapi berupa pengadaan bibit, pupuk dan sarana produksi,” jelasnya.
Lahan pertanian di Kota Balikpapan tidak seluas seperti daerah lain, karena Balikpapan merupakan kota dagang dan jasa. Namun, sektor pertanian tetap menjadi prioritas dalam ketahanan pangan.
Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan baru-baru ini memberikan bantuan alat irigasi kabut dan satu mesin cultivator kepada kelompok tani dalam mendukung peningkatan produksi bawang merah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani, mengatakan, pemberian bantuan seperangkat alat pertanian itu untuk membantu petani dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi bawang merah di kota Balikpapan, mengingat komoditas bawang merah adalah salah satu komoditas pangan dengan fluktuasi harga yang tinggi, dan memberikan andil terhadap pergerakan inflasi kota bertajuk Madinatul Iman ini.
“Harapannya, Balikpapan bisa menjadi sentra dan menekan angka inflasi, khususnya pada komoditas bawang merah,” imbuhnya.
Bantuan seperangkat teknologi irigasi kabut itu, bukan hanya untuk kelompok tani ‘Hikma’, namun sebelumnya juga telah memberikan bantuan kepada kelompok tani ‘Karya Usaha’ di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Lihat juga...