Asian Games, 1 Juli Uji Coba Perluasan Ganjil Genap

Editor: Mahadeva WS

Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Sigit Wijatmoko – Foto Lina Fitria

JAKARTA – Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menerapkan kebijakan ganjil genap pada 1 Juli 2018. Hal tersebut untuk membantu masyarakat agar tidak mengalami kebingungan pada saat berlangsungnya Asian Games 2018.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, penerapan ganjil genap akan mulai di sosialisasikan mulai minggu ketiga dan minggu keempat Juni 2018. “Nanti per-1 Juli sampai 31 Juli, kita akan melaksanakan uji coba tersebut. Baru nanti di 1 Agustus mulai efektif,” ujar Sigit di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (25/6/2018).

Ganjil genap akan diberlakukan selama 15 jam dimulai dari pukul 06.00 sampai pukul 21.00 WIB. Meski akan diberlakukan pada 1 Agustus 2018, kebijakan itu belum bisa diputuskan bakal dilakukan secara permanen atau tidak. Berdasarkan keputusan sementara, perluasan ganjil-genap hanya untuk menyambut Asian Games. “Hasil analisa dan evaluasi tersebut dijadikan sebagai bahan perumusan kebijakan selanjutnya,” ujarnya.

Perluasan ganjil genap selama Asian Games, demi memenuhi standar jarak tempuh para atlet dari wisma atlet menuju venue yang ditetapkan sekira 30 menit. Hal itu menjadi bagian dari upaya mensukseskan Asian Games di Indonesia yang bakal digelar di Jakarta dan Palembang.

“Koordinasi tidak hanya dilakukan ke jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya tapi juga dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan. Koordinasi dilaksanakan baik dengan jajaran Dirlantas PMJ, Korlantas Polri, BPTJ maupun Kementerian terkait,” paparnya.

Saat ini, Dishub DKI Jakarta sedang melakukan pemasangan rambu-rambu lalu perpanjangan jalur ganjil-genap yang mencapai Jalan Arteri, Jakarta Selatan. Dia memastikan sebelum 1 Juli 2018 pemasangan rambu-rambu sudah selesai.

Per-30 Agustus 2016 sistem ganjil genap telah berlangsung di Jalan Jl. Sudirman-Jl. MH. Thamrin dan sebagian Jl. Gatot Subroto. Untuk melancarkan kegiatan Asian Games 2018, sistem ganjil genap diperluas. Setidaknya, terdapat empat titik perluasan lokasi ganjil-genap. Pertama, Jl. S Parman – Jalan Gatot Subroto-Jl. MT Haryono-Jl. DI Panjaitan-Jl. A. Yani-Simpang Coca Cola atau Jl. Perintis Kemerdekaan Cemput.

Kedua, Arteri Pondok Indah yang dimulai dari Simpang Kartini hingga Simpang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dishub DKI Jakarta telah memberikan jalur alternatif saat sistem itu diterapkan sementara. “Ini bagian dari bagaimana kita bisa menunjukkan sebagai warga kota yang baik. Bahwa ruas alternatif yang di Pondok Indah kan sekarang juga bisa digunakan oleh publik,” tandasnya.

Kawasan Pondok Indah yang menjadi lokasi untuk cabang olahraga golf untuk Asian Games 2018 juga akan terkena perluasan ganjil-genap. Kawasan tersebut bisa menjadi contoh bahwa kawasan elite juga mendukung Asian Games 2018. “Satu contoh yang baik bahwa warga yang tinggal di kawasan elite pun juga mensupport apa yang jadi hajatan besar Indonesia,” imbuhnya.

Dengan digunakannya jalan pemukiman sebagai jalan umum, warga telah mendukung pelaksanaan Asian Games 2018. Pasalnya banyak jalan yang ditutup sama portal tapi hari ini sudah dibuka.  Selain itu, akan disediakan bus khusus untuk warga di sekitar jalan yang menerapkan sistem ganjil-genap.

Dishub DKI Jakarta sudah menyiapkan jalur alternatif bagi warga Pondok Indah. Yang akan bepergian bisa melewati Jalan RA Kartini ke Jalan Ciputat Raya untuk menuju Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.  Selanjutnya Kebayoran Baru, Jalan Rasuna Said, dan Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran. Sedangkan rute alternatif yang disiapkan adalah di Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan Suprapto – Jalan Salemba Raya – Jalan Matraman.

Kemudian Jalan Warung Jati Barat – Jalan Pejaten Raya – Jalan Pasar Minggu – Jalan Soepomo – Jalan Saharjo. Jalan RE Martadinata – Jalan Danau Sunter Barat – Jalan HBR Motik – Jalan Gunung Sahari – dan seterusnya (dari arah utara). Jalan RA Kartini – Jalan Ciputat Raya, Jalan Akses Tol Cikampek – Jalan Sutoyo – Jalan Dewi Sartika. Jalan S. Parman – Jalan Tomang Raya – Jalan Surya Pranoto – Jalan Cideng.

“Rekayasa lalin tersebut ada yang kewenangan daerah dan ada yang kewenangan kemhub untuk di ruas jalan nasional seperti pada jalan tol,” terang Sigit.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengatakan, kebijakan pembatasan perluasan ganjil-genap selain untuk memperlancar standar jarak tempuh atlet juga untuk memberikan kualitas udara yang relatif lebih baik selama Asian Games. “Mohon dukungan dari masyarakat karena kita akan lihat evaluasi hasil dari uji coba ini berkaitan dengan perluasan ganjil-genap maka akan ada tambahan rute baru Transjakarta,” ungkap Sandi.

Lihat juga...