UN Tingkat SD Mulai Digelar

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Pelaksanaan Ujian Nasional hari pertama untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) serentak mulai digelar hari ini, Kamis (3/5/2018), dengan mata pelajaran di hari pertama UN, Bahasa Indonesia.

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan UN tingkat SD kali ini digelar dengan memadukan dua jenis soal, yakni pilihan ganda dan soal esai.

“Di samping soal pilihan ganda, tahun ini terdapat soal esai. Dari total 45 soal, 40 soal merupakan pilihan ganda dan lima soal merupakan soal esai,” ujar Kepala Sekolah SD Negeri Grojokan, Tamanan, Bantul, Kadri, M.Pd., Kamis (3/5/2018).

Kepala Sekolah SDN Grojokan Bantul, Kadri. -Foto: Jatmika H Kusmargana

Dibuat oleh pusat dan daerah dengan perbandingan 25-75 persen, soal UN tingkat SD dilaksanakan dengan system paper based test atau PBT. Secara berturut-turut, UN dilaksanakan untuk tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA.

Bobot nilai antara soal pilihan ganda dan esai dibuat secara proporsional. Yakni 70 persen untuk pilihan ganda dan 30 persen untuk soal esai.

“Adanya soal esai dalam UN ini menjadi keuntungan bagi siswa. Karena siswa memiliki kesempatan untuk menyampaikan ide pendapat atau gagasan dan imajinasinya,” ujar Kadri.

Untuk proses penilaian sendiri, dijelaskan soal jenis pilihan ganda akan langsung dikoreksi dengan sistem komputer. Sementara penilaian soal esai atau uraian akan dilakukan secara manual.

“Untuk pengkoreksian, soal pilihan ganda nanti akan langsung dikirim ke Dinas untuk dikoreksi komputer. Sedangkan soal esai akan dikirim ke UPT untuk dikoreksi manual,” imbuhnya.

Di SD Negeri Grojogan Bantul, terdapat 49 siswa yang mengikuti UN tahun ini. Mereka mengerjakan UN di tiga ruang kelas berbeda. Meski tidak menjadi penentu kelulusan, setiap siswa wajib mengikuti UN.

“Selain untuk pemetaan kualitas sekolah, hasil UN ini nantinya akan digunakan sebagai alat ukur seleksi masuk SMP,” pungkasnya.

Lihat juga...