Titiek Soeharto: Permentan No 38/2017 Jangan Cuma Basa-basi
Editor: Satmoko
YOGYAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, SE, atau akrab pula disapa Titiek Soeharto, mengingatkan agar pelaksanaan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 38 Tahun 2017, tentang kewajiban bagi importir untuk mengembangkan bawang putih minimal 5 persen, harus benar-benar digalakkan.
Titiek Soeharto menegaskan peraturan tersebut jangan sampai hanya sekedar menjadi basa-basi semata. Sehingga membuat Indonesia selamanya harus impor dan tidak mampu mengembangkan serta memenuhi kebutuhan bawang putih petani dalam negeri.
“Permentan itu harus benar-benar digalakkan. Jangan cuma basa-basi. Kalau bisa, menurut saya, mestinya importir tidak hanya wajib mengembangkan 5 persen saja, namun sampai 20 persen,” katanya, saat melakukan kunjungan kerja ke budidaya kerapu, di Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (12/5/2018).

Menurut Titiek Soeharto, pemenuhan kebutuhan komoditas bawang putih di dalam negeri saat ini masih didominasi produk impor. 95 persen bawang putih masih harus didatangkan dari luar negeri seperti China, Thailand, dan lain-lain.
“Produksi lokal bawang putih saat ini hanya 5 persen. Sementara 95 persen masih impor. Masak 73 tahun kita merdeka masih harus impor. Ini harus kita dorong supaya produksi bawang putih kita terus meningkat,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, pengembangan bawang putih di Indonesia sendiri saat ini masih terkendala tidak adanya bibit unggul. Indmira, sebagai salah satu perusahaan pengimpor bawang putih di Yogyakarta mengaku, membutuhkan bantuan bibit unggul untuk pengembangan bawang putih.
“Kita sedang riset untuk menemukan bibit bawang putih kualitas unggul. Terus terang kita masih kekurangan bibit unggul. Karena bibit lokal yang memiliki kualitas bagus belum ada. Sehingga saat ditanam hasilnya kurang bagus,” katanya.

Titiek Soeharto sendiri mengaku, mendukung adanya upaya pengembangan bibit unggul bawang putih di dalam negeri, untuk mendongkrak produksi bawang putih nasional.
Ia berharap dengan berbagai upaya tersebut, ketergantungan impor bawang putih dari luar negeri dapat dikurangi.