Simulasi, KMP Jatra III Terbakar, Empat Penumpang Lompat ke Laut
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Sebuah kendaraan terbakar di dalam KMP Jatra II, sebuah kapal roll on roll off (Roro) yang berangkat dari pelabuhan Bakauheni menuju Merak. Imbasnya penumpang panik dan menceburkan diri ke laut meski belum sempat menggunakan pelampung.
Dari laporan pihak kapal dengan Ship Traffic Control (STC) Bakauheni, ASDP langsung berkoordinasi dengan posko mudik yang dikendalikan oleh Polda Lampung, Polres Lamsel di pelabuhan.
Personil Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), perahu rib milik badan pencarian dan pertolongan kantor SAR Lampung dikerahkan untuk mengevakuasi korban terjatuh ke laut dan tim kesehatan dengan beberapa unit ambulance dikerahkan. Empat korban, dua orang dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dua lainya masih sadar langsung dievakuasi melalui dermaga empat dengan mobil ambulan.
Puluhan personil Satuan Sabhara,Poalirud dan TNI AD dari Kodim 0421/LS yang bertugas di pelabuhan Bakauheni dibantu petugas medis segera membawa korban ke Puskesmas rawat inap Bakauheni.
Selain melakukan evakuasi korban dari KMP Jatra II langkah penanganan segera dilakukan di dalam dek kendaraan yang menjadi penyebab insiden kebakaran. Penanganan di dalam kapal segera dilakukan oleh kru kapal sehingga kebakaran bisa diminimalisir.
Situasi tersebut merupakan simulasi penanganan kecelakaan laut yang dilakukan oleh Kepolisian Resort Lampung Selatan berkoordinasi dengan PT. Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni dan unsur terkait.

“Simulasi penanganan kecelakaan laut dilakukan beberapa kali sekaligus membentuk tim yang disiagakan untuk penanganan jika ada insiden selama arus mudik,” terang Kapolres Lamsel AKBP M. Syarhan saat memberikan arahan di dermaga 4 Pelabuhan Bakauheni, Kamis (10/5/2018).
Simulasi untuk melatih kesiapsiagaan. Selain menyiapkan posko terpadu operasi ketupat Krakatau 2018 di Bakauheni, Polres Lamsel menyiapkan tim khusus yang disiagakan bersama kendaraan penanganan saat terjadi kecelakaan.
Unsur yang dilibatkan di antaranya Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan melalui UPT Puskesmas Bakauheni, Puskesmas Ketapang yang terdekat dengan pelabuhan.
Selain unsur dari Dinas Kesehatan pihak yang dilibatkan di antaranya Badan pencarian dan pertolongan kantor SAR Lampung, Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah Bengkulu Lampung, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Bakauheni, TNI Angkatan Laut dan Kodim 0421/LS.
Peralatan pendukung di antaranya tug boat milik PT. ASDP Bakauheni dengan fasilitas mobil dan pemadam kebakaran. Sepeda dan kendaraan roda dua sebagai operasional patroli juga disiagakan di lokasi.
Meski berharap dalam angkutan mudik dan balik lebaran 2018/1438 Hijriyah tidak ada insiden kecelakaan, M.Syarhan tetap memandang perlu dilakukan persiapan memadai melibatkan berbagai unsur.
Keselamatan selama pelayaran menjadi tujuan utama dalam operasi pelayanan selama arus mudik. Simulasi lengkap akan dilakukan pada Jumat (11/5) di dermaga 4 direncanakan akan dihadiri oleh Kapolda Lampung Irjen (Pol) Suntana dan Forkopimda Provinsi Lampung.
Anton Murdianto, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry menyambut positif simulasi penanganan insiden di laut tersebut. Meski hanya sebuah latihan simulasi namun dalam prakteknya yang bertugas merupakan tim yang akan disiagakan di pelabuhan.
“Selama arus mudik dan balik semoga tidak ada insiden, terutama yang terjadi di atas kapal sehingga pemudik bisa aman dan nyaman sampai tujuan,” terang Anton Murdianto.
Anton Murdianto menyebut libur lebaran Idul Fitri yang lebih lama menjadi 10 hari pada tanggal 11-20 Juni juga diantisipasi oleh PT. ASDP Indonesia Ferry. Selain terkait penanganan kecelakaan laut berkoordinasi dengan Polres Lamsel, kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan juga disiapkan. Sebanyak 68 kapal roro akan disediakan. 33 unit berukuran sedang dan 35 lainya berukuran di atas 5000 GT.