Sepuluh Desa di Sragi Lamsel Jadi Kampung Siaga Bencana
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lampung Selatan melakukan pelatihan terhadap sebanyak 60 orang dari sebanyak sepuluh desa di kecamatan Sragi Lampung Selatan untuk pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB).
Sersan kepala Karyadi, salah satu pemateri menyebutkan, KSB merupakan model penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Pembentukan diinisiasi oleh Kementerian Sosial bersama warga dan dibentuk di daerah rawan dengan melibatkan seluruh elemen.
“Pembentukan kampung siaga bencana merupakan inisiatif dari masyarakat, namun pihak lain tetap memberikan dukungan seperti pemerintah daerah dan pihak swasta,” terang Sersan Kepala Karyadi saat jadi pemateri di desa Bandar Agung kecamatan Sragi, Rabu (2/5/2018).
Pembentukan KSB tersebut untuk memotivasi dan memperkuat kelembagaan di tingkat masyarakat. Upaya perlindungan yang ada di daerah rawan ataupun korban bencana merupakan amanat UU No.24/2007 Tentang Penanggulangan Bencana dan UU No.11/2009 Tentang Kesejahteraan Sosial.
“Selain melibatkan unsur masyarakat pembentukan KSB juga semakin memotivasi aparat desa untuk membentuk tim yang berkesinambungan,” sebutnya.
Serka Karyadi menegaskan penanggulangan adalah tanggung jawab semua pihak, bukan pemerintah saja. Setiap orang berhak untuk mendapatkan perlindungan, keselamatan dan keamanan dari bencana.
“Sebagai yang langsung berhadapan dengan ancaman dan bencana maka perlu
keterlibatan masyarakat dalam menanganinya,” tambahnya.
Selain pemberian pemahaman terkait banjir, puting beliung, kegiatan KSB juga dilakukan untuk mengorganisir potensi masyarakat terlatih.
Prinsip KSB disebutnya bersifat sukarela, kerja sama, akuntabilitas, partisipasi, menjaga kearifan lokal dan mandiri.
“Bencana yang tidak bisa diprediksi sangat penting dilakukan untuk mempersiapkan kegiatan sebelum, pada saat, pasca bencana yang tidak terpisahkan,” katanya.
Sementara untuk pendanaan bersumber dari kemandirian masyarakat.
“Pemerintah daerah dan pusat hanya menyediakan fasilitas awal dan pelatihan personil,”papar Serka Karyadi.

Selain mendapatkan materi teori penanganan bencana dari tim Tagana peserta juga mendapat pelatihan dari Polsek Sragi dan Koramil 421-08/Palas dalam materi teori dan praktek.
“Sebagai desa yang kerap dilanda bencana banjir dan angin puting beliung pembentukan KSB sangat bermanfaat,” papar Syamsul Anwar.
Ia berharap dengan pembentukan KSB para personil bisa meningkatkan kesadaran untuk kesiapsiagaan. Seluruh peserta selain mendapatkan pelatihan juga diwajibkan menyetorkan nomor telepon untuk komunikasi. Nomor telepon disebutnya akan digunakan untuk menginformasikan kejadian bencana di wilayah relawan. Syamsul Anwar menyebut para personel di antaranya merupakan aparat desa sehingga mempermudah koordinasi.