Ratusan Mahasiswa Bersaing dalam Ajang Olimpiade ON-MIPA

Editor: Satmoko

MALANG – Dalam upaya mendorong peningkatan kemampuan akademik, wawasan, minat sekaligus kecintaan mahasiswa terhadap Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi kembali mengadakan Olimpiade Nasional Matematika dan IPA (ON-MIPA).

Bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia bersaing memperebutkan tiket olimpiade tingkat internasional.

Wakil Rektor III UMM, Sidik Sunaryo, menyebutkan bahwasanya terdapat 256 mahasiswa dari 85 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta dari seluruh Indonesia yang mengikuti ON-MIPA. Dimana di masing-masing bidang terdiri dari 64 mahasiswa baik di bidang matematika, biologi, fisika dan kimia.

Wakil Rektor III UMM, Sidik Sunaryo. Foto: Agus Nurchaliq

Lebih lanjut Sidik menjelaskan tujuan diadakannya ON-MIPA tidak lain adalah untuk meningkatkan kemampuan sekaligus minat mahasiswa terhadap mata pelajaran maupun mata kuliah Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.

Karena menurutnya, selama ini mulai dari tingkat siswa sekolah hingga mahasiswa perguruan tinggi, ke empat mata pelajaran tersebut menjadi momok tersendiri bagi mereka, terutama pada saat ujian.

Banyak dari mahasiswa yang menganggap MIPA merupakan mata kuliah yang menakutkan, sehingga tidak banyak yang meminati pelajaran tersebut. Padahal MIPA sebenarnya memiliki prospek yang sangat baik untuk ke depan.

“Dengan UMM menjadi tuan rumah ON-MIPA kali ini, pesan yang ingin kita bangun kepada seluruh sivitas baik mahasiswa maupun dosen, bahwa mata pelajaran MIPA itu merupakan mata pelajaran yang penting dan memiliki prospek bagus. Bahkan pada beberapa profesi yang sekarang dibutuhkan di era industri 4.0 banyak yang bersumber dari MIPA,” jelasnya kepada Cendana News, Sabtu (5/5/2018).

Sekarang tugasnya adalah membuat kesan yang bagus bahwa MIPA bisa dipelajari dengan cara-cara yang menyenangkan yaitu dengan mengadakan kompetisi sehingga mereka terpacu untuk menjadi pemenangnya.

“Di sela-sela olimpiade ini juga diadakan workshop tentang bagaimana paradigma pembelajaran MIPA dalam era industri 4.0,” sebutnya.

Lebih lanjut Sidik, mengakui bahwasanya mahasiswa UMM tahun ini belum ada yang lolos masuk seleksi ON-MIPA. Namun ia tetap bersyukur karena sebagai tuan rumah, tentunya memiliki kesempatan yang baik bagi untuk memberikan edukasi budaya akademik sekaligus motivasi kepada mahasiswa UMM  untuk membangun tradisi minat mahasiswa di bidang MIPA.

“Mahasiswa UMM kita libatkan secara aktif di kepanitiaan ON-MIPA, agar mereka bisa secara langsung berkomunikasi dan bertukar pikiran dengan peserta. Hal itu sangat penting untuk membangun semangat dari mahasiswa UMM yang kemarin belum lolos di tingkat nasional,” sebutnya.

Dengan begitu mereka bisa melihat, belajar, sekaligus merasakan secara langsung atmosfer kejuaran kompetisi ON-MIPA.

“Yang kemarin masih takut-takut, sekarang bisa lebih percaya diri,” tuturnya.

Sementara itu disebutkan, juara dari ON-MIPA nantinya akan dikirim untuk mengikuti olimpiade MIPA internasional mewakili Indonesia.

Lihat juga...