Pusat Alokasikan 5.000 Dosis Vaksin Antirabies ke Sikka

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Merebaknya penyakit rabies atau anjing gila pada anjing dan telah menjangkiti manusia yang digigit di beberapa daerah di kabupaten Sikka, membuat pemerintah pusat mengalokasikan lima ribu dosis vaksin rabies pada anjing.

“Vaksin yang ada akan kami prioritaskan untuk melakukan vaksin pada anjing di kecamatan Kangae dan Nita, yang selama ini terjadi kasus Rabies dan populasi anjing di kedua daerah ini tergolong besar,” ujar Drh. Maria Margaretha Siko, Jumat (4/5/2018).

Dokter Asep Purnama, Sekertaris Komite Rabies Flores dan Lembata. -Foto: Ebed de Rosary

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka ini, juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan vaksin sejak 17 April 2018 lalu, berkoordinasi dengan pihak desa untuk memberitahukan kepada pemilik anjing, agar mengikat anjing mereka saat petugas akan melakukan vaksin.

“Populasi anjing di kabupaten Sikka sesuai pendataan sekitar 55 ribu ekor, yang tersebar, baik di kota Maumere maupun yang paling banyak ada di pelosok desa. Dinas akan melakukan vaksin terhadap anjing mulai dari beberapa desa yang berisiko,” katanya.

Sekretaris Komite Rabies Flores dan Lembata, dr. Asep Purnama, menyebutkan, vaksin pada anjing itu penting. Selain untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan, juga akan melindungi manusia dari dampak gigitan hewan pengidap rabies.

“Dengan melakukan vaksin anti rabies pada hewan, juga bisa mencegah risiko kematian pada manusia yang digigit hewan tersebut. Pemberian vaksin pada hewan juga lebih efektif mencegah penularan rabies dibanding dengan memberikan vaksin pada manusia, yang apalagi sudah terkena gigitan hewan dan tertular rabies,” ungkapnya.

Hewan yang berpotensi terserang rabies, beber dokter Asep, yakni kucing, anjing, atau monyet. Sebab, ketiga hewan ini sangat dekat sekali dengan manusia dan sebagian besar merupakan hewan peliharaan yang diikat maupun dilepas liar.

“Kalau hewan peliharaan tersebut sudah divaksin dan terlindungi dari rabies, maka luka yang timbul akibat gigitan hewan tersebut tidak menginfeksi virus rabies pada tubuh manusia,” jelasnya.

Lihat juga...