Prosesi Midodareni Sekar Berjalan Lancar
Editor: Satmoko
JAKARTA – Proses pernikahan Danvy Sekartaji Indri Haryanti Rukmana (Sekar) dengan Ajie Sulistiyo Dwi Putra Maryulis (Ajie) dilakukan dengan tata cara adat perkawinan Jogjakarta melalui berbagai tahap.
Dimulai dengan pemasangan bleketepe dan pengajian khataman Al Quran. Kemudian, di hari kedua, pagi acara siraman dan lainnya dilanjutkan malam hari dilakukan acara Midodareni.
Sebelum acara Midodareni, dilakukan acara srah-srahan yaitu penyerahan “peningset” tali asih secara simbolis dari keluarga Calon Pengantin Pria ke keluarga Calon Pengantin Wanita.

Setelah itu, acara Midodareni dengan menggelar Upacara Tantingan, dimana Bapak H. Indra Rukmana dengan disaksikan oleh Ibu Hj. Siti Hardiyanti Rukmana, di Kamar Pengantin, nanting Calon Pengantin Putri yang sudah dipingit, tentang kemantapan hati untuk dipersunting oleh Calon Pengantin Pria.
“Anakku Sekar tersayang. Sebelum melaksanakan pernikahan, Bapak ingin mengetahui terlebih dahulu, apakah kamu benar-benar sudah mantap akan melaksanakan pernikahan dengan Putra Bapak Yulis Maryulis Martusi dan Ibu Mimie Suharmiyati yang bernama ananda Ajie Sulistiyo Dwi Putra?” tanya Bapak H. Indra Rukmana kepada Calon Pengantin Putri, di kediaman Mbak Tutut, Jalan Yusuf Adiwinata, Jakarta, Sabtu (5/5/2018).
Calon Pengantin Putri bersedia dipersunting oleh Calon Pengantin Pria dengan Bebana Sepasang Kembar Mayang dan Merak Kinasih.

“Bapak dan Ibu yang saya cintai, Sekar benar-benar sudah mantap lahir dan batin untuk menikah dengan Mas Ajie Sulistiyo Putra. Hanya saja Bapak, sebelumnya mohon maaf, ananda mohon untuk dicarikan srono Kembar Mayang Sakkembaran, ” jawab Calon Pengantin Putri mantap.
Bapak H. Indra Rukmana menyanggupi untuk mencarikan Srono sebagaimana yang diutarakan oleh sang Putri dengan berucap, “Ya Nak, kalau memang hatimu sudah mantap, Bapak dan Ibumu hanya mendoakan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan akan berupaya mengusahakan mencari Kembar Mayang Sakkembaran. Mudah-mudahan Tuhan akan mengabulkan apa yang menjadi permohonanmu itu.”
Atas permintaan sang putri, Bapak H. Indra Rukmana minta kepada Ki Saraya Jati untuk ngupadi Kembar Mayang, dengan berucap, “Bapak Saraya Jati yang kami cintai. Karena permohonan anak kami Danvy Sekartaji Indri Haryanti Rukmana yang akan menikah dengan anakmas Ajie Sulistiyo Putra, yaitu dapat kiranya dicarikan Kembar Mayang Sakkembaran. Segala usaha dan syarat apa pun yang diperlukan, sepenuhnya saya serahkan kepada Bapak Saraya Jati, agar dapat terlaksana mendapatkan Kembar Mayang Sakkembaran tersebut.”
Ki Saraya Jati menyanggupi untuk mencari Kembar Mayang Sakkembaran dengan menjawab, “Bapak Indra Rukmana beserta Ibu yang saya hormati. Tugas dari Bapak sudah saya terima dengan jelas. Untuk itu, kami segera berangkat mencari apa yang dinamakan Kembar Mayang Sakkembaran tersebut dan kami mohon doa restu, agar berhasil dan kembali dalam keadaan selamat. Sehat walafiat tiada halangan suatu apapun.”
Ki Saroyo Jati berangkat ngupadi Kembar Mayang dengan menari diiringi Gending Ayak-ayakan. Ki Saroyo Jati tiba di padepokan Ki Wasito Jati yang terletak di pedukuhan Karang Tumaritis dan mengutarakan maksud kedatangannya.
Ki Wasito Jati memang telah mendapatkan wangsit bahwa ada yang ingin meminjam Kembar Mayang.
Kembar Mayang boleh dipinjam dengan syarat: orang tua Calon Pengantin Putri memberikan Catur Wedha kepada Calon Pengantin Pria.
Sesudah dipakai, Kembar Mayang dilarung atau dibuang di perempatan jalan besar. Sebagai imbalannya, Ki Saroyo Jati melagukan tembang Dandang Gula 2 pupuh.
Ki Saroyo Jati kembali menghadap Bapak H. Indra Rukmana sambil menari diiringi Gending Ilir-ilir, diikuti oleh para Widodari dan Widodoro yang membawa Kembar Mayang dan Merak Kinasih.
Kemudian, Bapak H. Indra Rukmana memerintahkan agar Kembar Mayang dan Merak Kinasih dipajang di Pelaminan.
Selanjutnya penyerahan Catur Wedha kepada Bapak H. Indra Rukmana, lalu memberikan wejangan kepada Calon Pengantin Pria melalui pembacaan Catur Wedha, setelah itu Catur Wedha diserahkan kepada Calon Pengantin Pria.
Sementara, Calon Pengantin Putri sudah dipingit, tidak boleh bertemu dengan Calon Pengantin Pria. Bagi rombongan Calon Pengantin Pria yang akan menemui Calon Pengantin Putri, bisa menemuinya di kamar Pengantin.
Lalu ada prosesi Kancing Gelung (Busana Penganten Pria pada saat Akad Nikah) yang diserahkan kepada Bapak Indra Rukmana, selanjutnya diserahkan kepada Calon Pengantin Putri untuk dikenakan besok pada saat acara Akad Nikah.
Kemudian prosesi pemberian angsul-angsul pun tak ketinggalan, merupakan tanda tali asih, oleh-oleh untuk calon besan berupa apa pun sebagai balasan pemberian srah-srahan dan ucapan terima kasih.
Setelah itu, rombongan Pengantin Pria mohon diri dengan diiringi Gending Thedak Saking. Upacara pemberangkatan Kembar Mayang ke Bali Room Kempinski pun dijalankan.
Sementara itu di Bali Room Kempinski sudah disiapkan penerimaan Kembar Mayang. Dengan demikian, prosesi Midodareni Sekar usai, berjalan lancar.