Perguruan Tinggi di NTB Dinilai Belum Berpihak Kepada Penyandang Disabilitas

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MATARAM — Mengenyam pendidikan layak dan berkualitas hingga jenjang Perguruan Tinggi merupakan mimpi setiap masyarakat, termasuk penyandang disabilitas di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Tapi dalam kenyataannya, keberadaan Perguruan Tinggi di NTB masih belum berpihak bagi masyarakat penyandang disabilitas,” kata Suparlan, penyandang disabilitas Yayasan Al-Mahsyar, Kabupaten Lombok Tengah di Mataram, Kamis (4/5/2018).

Hingga saat ini, pelajar tamatan dari Sekolah Luar Bias (SLB) tidak banyak yang dapat akses masuk sejumlah Perguruan Tinggi swasta maupun negeri. Kebanyakan kuliah di luar NTB.

“Kalau masuk PT NTB susah bagi teman penyandang disabilitas, makanya banyak memilih ke luar daerah yang lebih bebas dan tidak membedakan,” katanya.

Suparlan yang hingga saat ini masih menempuh pendidikan di Universitas Cokro Aminoto mengatakan, kalau di luar NTB, penerimaan mahasiswa tunanetra di semua PT sudah bebas.

Artinya semua universitas menerima, kecuali untuk tiga jurusan, yaitu farmasi, seni rupa dan seni lukis.

“Untuk itulah, kepada pihak birokrasi PT, supaya lebih berpihak kepada penyandang disabilitas. Kalau ke luar daerah pembiayaan berat,” katanya.

Ketua Yayasan SLB Selagapas, Kota Mataram, Syaiful Fahmi mengatakan dalam beberapa kesempatan mendaftarkan siswanya yang lulus dari SLB, alasan yang kerap dilontarkan pihak PT melakukan penolakan selalu terkait masalah fasilitas.

Padahal sebenarnya, kalau terkait masalah pelayanan sama saja, ketika dosen menerangkan di depan kelas penerimaannya sama dengan mahasiswa lain.

“Mereka tidak faham bagaimana pendidikan inklusi, sama-sama bisa mendengarkan, bisa mengoperasikan komputer, alat perekam,” katanya.

Pemda NTB sendiri sejak 2017, sewaktu peryaan hari anak nasional di Mataram telah berjanji, kalau tidak ada PT yang menerima, akan memanggil rektornya, tapi dalam kenyataannya, perlakuan diskriminatif masih tetap diterima masyarakat penyandang disabilitas.

Lihat juga...