Layani 1.134 Penyandang Disabilitas, IDI Sumbar Terima Rekor MURI

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PADANG — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumatera Barat menerima penghargaan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) yang bertepatan dengan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-110.

Rekor MURI yang diterima karena telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara serentak kepada 1.134 penyandang disabilitas di seluruh daerah di Sumatera Barat. Untuk Kota Padang, layanan dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur.

“Layanan kesehatan diberikan secara gratis kepada para penyadang disabilitas berbagai usia,” kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (Sekjen PB IDI), Adib Khumaedi, Kamis (3/5/2018).

Ia menyebutkan, untuk layanan kesehatan, IDI melibatkan tenaga kesehatan yang tergabung dalam Himpunan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Padang, dan Universitas Baiturrahmah Padang.

Layanan kesehatan yang diberikan yakni di 11 poli yang meliputi mata, telinga hidup tenggorakan (THT), bedah tulang, penyakit dalam dan geriatri, syaraf, jiwa, gizi, rehabilitas medik, kulit, dan patologi klinik.

Dikatakannya, tujuan diselenggarakannya kegiatan untuk memudahan mendapatkan layanan kesehatan.

“Rata-rata penyandang disabilitas merupakan masyarakat golongan menengah ke bawah,” sebutnya.

Untuk itu kegiatan ini dinilai sebuah hal yang luar biasa, karena mampu melayani penyandang disabilitas dengan jumlah seribu lebih. Sehingga hal ini dinilai sebuah rekor baru dari Rekor MURI.

IDI Sumbar
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (Sekjen PB IDI), Adib Khumaedi. Foto: M. Noli Hendra

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan, dengan adanya kegiatan layanan kesehatan secara gratis itu, akan membuat penyadang disabilitas menjadi terbantu.

“Memberikan layanan kesehatan secara gratis merupakan langkah yang tepat. Karena kebanyakan dari keluarga yang kurang mampu,” ungkapnya.

Irwan berharap agar kegitan tersebut tidak hanya mensasar untuk penyandang disabilitas saja, tapi juga masyarakat lainnya. Sehingga layanan kesehatan gratis tidak terlihat memihak kepada jenis penyakit tertentu saja.

Lihat juga...