Pengusaha Perikanan Perlu Hasilkan Produk Ramah Lingkungan

Ilustrasi - ikan kaleng. Dok CDN

JAKARTA — Pengusaha produk siap saji perikanan perlu menghasilkan berbagai produk yang ramah lingkungan agar para konsumen juga dapat memastikan bahwa makanan yang mereka santap benar-benar produk ramah lingkungan.

Manager of Aquaculture and Fisheries Improvement Program WWF-Indonesia Abdullah Habibi dalam siaran pers, Selasa, menyebutkan bahwa hasil survei pihaknya dan Nielsen menunjukkan sebanyak 26 persen dari total responden mengetahui produk perikanan yang diproduksi secara ramah lingkungan.

Namun, lanjutnya, ternyata hanya sebanyak 17 persen saja yang mengatakan pernah mengonsumsi produk perikanan yang diproduksi secara ramah lingkungan.

“Peningkatan kesadaran konsumen yang signifikan terhadap konsumsi produk perikanan ramah lingkungan dapat mendorong kesiapan pasar domestik menyerap produk-produk yang diproduksi secara berkelanjutan,” kata Abdullah Habibi.

WWF-Indonesia juga telah memiliki program Seafood Savers, landasan antarbisnis untuk mengimplementasi upaya perbaikan perikanan di Indonesia, salah satunya dengan berhasil mendorong perbaikan kualitas perikanan petambak udang Indonesia untuk menembus pangsa pasar global setelah mendapatkan sertifikasi ekolabel perikanan berkelanjutan Aquaculture Stewardship Council.

Capaian ini dinilai membuktikan bahwa praktik budi daya Indonesia mampu menembus dan bersaing dengan industri budi daya yang intensif dalam memenuhi standar sertifikasi berkelanjutan yang diakui pasar global.

“WWF-Indonesia akan terus memastikan setiap langkah perbaikan dalam komoditas perikanan budi daya tersebut mengingat sertifikasi yang diraih berlaku hanya pada komoditas yang didaftarkan saja. Begitu pula dengan perbaikan perikanan tangkap, kami akan memastikan agar semua anggota Seafood Savers melakukan perbaikan yang diakui dan terdokumentasikan dalam fisheryprogress.org,” paparnya.

Sebagaimana diwartakan, Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia meyakini bahwa produk perikanan Indonesia sangat aman dan bergizi tinggi sehingga juga sangat pas digunakan sebagai menu baik untuk sahur maupun buka puasa.

“Ikan kaleng produksi Indonesia memakai teknologi sterilisasi sampai bakteri saja mati. Makan ikan kaleng aman, sehat, dan bergizi, komplet,” kata Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia Ady Surya.

Menurut Ady Surya, produk ikan kaleng Indonesia telah melalui proses sterilisasi dengan teknologi tinggi untuk menghilangkan segala bakteri.

Dengan demikian, meski tidak menggunakan pengawet dan pewarna, produk ikan kaleng Indonesia kaya gizi dan aman dikonsumsi dengan masa kadaluarsa hingga tiga tahun.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rina mengatakan, sosialisasi dan komunikasi untuk memberikan informasi kandungan ikan terus dilakukan.

KKP, menurut Rina, melalui UPT di berbagai daerah terus mendorong konsumsi ikan di masyarakat dengan melakukan pembagian ikan sehat dan bermutu kepada masyarakat. Terkait isu produk ikan kaleng mengandung cacing, masyarakat diminta untuk tidak terlalu terpengaruh dan tetap mengonsumsi ikan sebagai makanan sehari-hari.

Ia mengingatkan bahwa hingga saat ini ikan kaleng produksi perusahaan Indonesia telah diimpor ke 86 negara di berbagai belahan dunia. Keadaan ini memberikan harapan produk ikan kaleng perusahaan dalam negeri tak hanya dapat merajai pasar di dalam negeri, tetapi juga pasar internasional.[ant]

Lihat juga...