Pencari Kerja di Bangkalan, Meningkat
BANGKALAN – Jumlah pencari kerja di Kabupaten Bangkalan, Madura, pada tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, kata Plt Kepala Bidang (Kabid) Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) pemkab setempat, Sri Suhartini.
“Berdasarkan catatan kami, sejak Januari hingga April tahun ini, pencari tenaga kerja terdaftar di Disperinaker sebanyak 143 orang,” ujar Suhartini di Bangkalan, Minggu.
Perinciannya, 94 orang merupakan pencari tenaga kerja laki-laki dan 49 sisanya merupakan pencari tenaga kerja perempuan.
Dari jumlah itu, pencari tenaga kerja terbanyak berpendidikan strata satu (S-1), yakni mencapai 74 orang dalam empat bulan terakhir.
Dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama, jumlah itu meningkat, pada 2017 jumlah pencari tenaga kerja terdaftar lulusan S-1 hanya 59 orang.
Menurut Sri Suhartini, pada awal 2018, pencari tenaga kerja didominasi lulusan sarjana.
Ia memperkirakan pencari tenaga kerja lulusan jenjang pendidikan lainnya, seperti SMA, SMK dan MA juga akan banyak.
Menurut dia, jumlah tersebut baru awal tahun. Pihaknya terus menampung pencari kerja. Jika ada lowongan pekerjaan sesuai keahlian yang dimiliki, akan direkomendasikan kepada perusahaan atau instansi yang membutuhkan.
“Untuk penyaluran, selain mencari potensi lapangan pekerjaan di Bangkalan, kami juga menjalin relasi di luar daerah dengan harapan bisa menyerap pencari kerja yang ada di Bangkalan,” katanya.
Sejauh ini, lanjut Titin, sapaan Sri Suhartini, penyerapan pencari kerja tidak bisa diprediksi dan bergantung pada lowongan kerja yang tersedia.
Ia berjanji akan mengupayakan penyaluran para pencari tenaga kerja bisa lebih maksinal. “Kami merekomendasikan sesuai kemampuan atau bidang keahlian pendaftar,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data Disperinaker, sekitar 80 persen pekerja yang ada di Bangkalan merupakan putra daerah.
Namun, banyak potensi SDM berkualitas di Bangkalan yang lebih memilih mengadu nasib di perantauan.
“Banyak juga orang Bangkalan yang bekerja di luar daerah. Perusahaan memiliki kualifikasi yang dibutuhkan. Kualitas SDM sangat berperan,” ujarnya.
Secara terpisah, Komisi B DPRD Bangkalan, M Husni Syakur mengatakan, penyerapan pencari tenaga kerja di Bangkalan memang masih rendah.
Ia menjelaskan ada beberapa hal menyebabkan rendahnya tenaga kerja yang ada di Bangkalan. Salah satunya, karena minimnya industri di Bangkalan.
Politikus PDI Perjuangan itu menyatakan SDM berdasarkan lulusan jenjang pendidikan berpengaruh terhadap penyerapan pencari tenaga kerja.
Ia juga meminta agar pemerintah memantau serius lulusan pendidikan yang sudah memiliki keahlian.
“Lapangan pekerjaan memang berpengaruh. Tapi, SDM dulu yang perlu ditata, sehingga saat ada peluang kerja, SDM kita sudah siap,” katanya. (Ant)