Pencabutan Status KLB Difteri di Balikpapan Diperkirakan Juni 2018
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
BALIKPAPAN — Setelah dinyatakan Keadaan Luar Biasa (KLB) Difteri pada awal Januari 2018, hingga kini statusnya di Kota Balikpapan meskipun angka penderita suspect sudah tidak lagi ditemui.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Balerina JPP mengatakan, alasan belum dicabutnya KLB Difteri itu karena proses pencegahan terhadap penyakit tersebut terus dilakukan seperti melakukan imunisasi ke sejumlah sekolah.
“Karena kita masih pencegahan, masih ada satu kali lagi imunisasi dari balita hingga SMA. Memang saat ini kasusnya sudah tidak ada lagi, “ terangnya Jumat, (4/5/2018).
Dia memperkirakan status KLB akan dicabut pada Juni mendatang hingga proses pencegahan selesai, sesuai dengan standar operasionalnya terhadap penanggulangan Difteri.
“Satu kasus saja dinyatakan positif suatu daerah bisa KLB. Memang sekarang sudah tidak ada. Nanti mungkin Juni kita cabut karena masih satu kali lagi imunisasi ke sekolah,” beber perempuan berkulit putih ini.
Menurut Balerina, pencabutan status KLB difteri kemungkinan baru akan diputuskan setelah dilakukan imuniasi.
“Nanti setelah satu kali imunisasi itu baru kita putuskan mau dicabut atau tidak,” ujarnya
Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi pencegahan dan gejala terhadap difteri. Adapu orang yang terserang akan mulai merasakan sakit di tenggorokan, lalu demam, lemas karena sulit bernapas, hingga membengkaknya kelenjar getah bening, bahkan dapat meninggal dunia.