Pembangunan Jembatan Penghubung Ulu dan Kariangau Belum Direalisasi
Editor: Mahadeva WS
BALIKPAPAN – Rencana pembangunan jembatan penghubung antara Kelurahan Baru Ulu dan Kariangau di Kota Balikpapan sejak lima tahun silam belum terealisasi. Rencana tersebut terkendala defisitnya anggaran pemerintah daerah sejak beberapa tahun terakhir.
Keberadaan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Baru Ulu dan Kariangau dapat membantu mengurai kemacetan yang terjadi di Kilometer lima Jalan Soekarno Hatta. Selama ini kemacetan di kawasan itu terjadi akibat padatnya kendaraan dengan muatan besar. “Sebenarnya sejak 2013 lalu sudah direncanakan, tapi belum bisa terealisasi,” ucap Anggota Komisi III DPRD Balikpapan Daeng Lala, Jumat, (11/5/2018).
Menurutnya, Detail Enginering Design (DED) jembatan tersebut telah selesai dibuat. Tercatat kajian terhadap DED juga sudah dilakukan dua kali. “DED sudah selesai dibuat, tinggal menunggu komitmen Pemkot Balikpapan untuk merealisasikannya,” tegas politisi Hanura tersebut.
Berdasar DED pembangunan jembatan itu membutuhkan anggaran antara Rp800 miliar hingga Rp900 miliar. Jembatan tersebut memiliki panjang satu kilometer dengan ketinggian17 meter dari atas permukaan laut. “Anggarannya besar karena ada lahan warga yang harus dibebaskan sehingga membutuhkan biaya yang besar,” terang Daeng Lala.
Apabila pembangunan jembatan itu teralisasi, akan membantu memangkas jarak tempuh akses jalan dari kedua kelurahan tersebut. Termasuk mengurangi kemacetan yang kini terjadi di kilometer lima karena dengan adanya jembatan, maka kendaraan besar tidak akan melewati kilometer lima Jalan Soekarno Hatta.
Dengan situasi yang terjadi, diharapkan Pemkot Balikpapan dapat lebih aktif mengajukan atau mengusulkan bantuan anggaran ke Pemprov maupun ke Pemerintah pusat. “Pemkot lebih giat lagi melakukan lobi-lobi, entah ke Pemprov Kaltim maupun ke pemerintah pusat,” tandasnya.