Kementan Bentuk 24 Champions Cabai Indonesia

Editor: Mahadeva WS

YOGYAKARTA – Kementrian Pertanian membentuk Champions Cabai Indonesia (CCI). Hal tersebut dilakukan untuk memaksimalkan sekaligus mengawal program pengembangan sentra cabai dan bawang merah secara nasional.

Kasubdit Aneka Cabai, Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian Agung Sunusi mengatakan, CCI akan dibentuk di 24 kabupaten kota se Indonesia. CCI memiliki dua tugas utama, yaitu melakukan manajemen pola tanam serta menggerakkan penanaman cabai di daerah masing-masing.

“Selain bertugas menggerakkan penanaman cabai, sahabat Champions Cabai Indonesia juga bertugas melakukan pengaturan pola tanam, agar tidak dilakukan secara serentak. Tapi harus bisa panen setiap bulan. Sehingga kita pastikan harga akan stabil,” jelas Agung usaat acara temu tani bersama Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto di Panjatan, Kulonprogo, Jumat (11/05/2018).

Titik Soeharto menyerahkan bantuan traktor roda 4 kepada kelompok tani di wilayah Kulonprogo – Foto : Jatmika H Kusmargana

Dengan ketersediaan cabai dan bawang merah setiap bulan, Agung yakin persoalan fluktuasi harga yang selalu terjadi terhadap dua komoditas utama tersebut dapat diatasi. Dengan cara tersebut diyakini, harga komoditas cabai dan bawang merah akan bisa stabil, yang pada akhirnya dapat menghindari terjadinya inflasi.

Kabupaten Kulonprogo menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan sentra cabai di Indonesia. Dalam waktu dekat akan menjadi daerah penyangga pemenuhan kebutuhan cabai di kawasan Jabodetabek dan sebagian wilayah Sumatera.

“Kulonprogo akan menjadi salah satu kabupaten penyangga kawasan Jabodetabek. Rata-rata hasil panen mencapai 10-15 ton cabai, dimana 75 persen masuk ke DKI dan sebagian ke Sumatera. Ini luar biasa karena selain mampu memenuhi kebutuhan Kulonprogo dan DIY, namun juga mampu menyediakan ke wilayah lain ” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Titiek Soeharto mengapresiasi upaya yang telah dilakukan para petani Kulonprogo yang tetap menghasilkan komoditas cabai di waktu-waktu krusial seperti menjelang puasa dan lebaran. Hal itu hanya dapat dilakukan dengan perencanaan pola tanam yang baik.

Titik Soeharto menyerahkan bantuan traktor roda 4 kepada kelompok tani di wilayah Kulonprogo – Foto : Jatmika H Kusmargana

“Saya berharap hal semacam ini dapat terus dikembangkan, karena dapat mengurangi inflasi akibat harga kebutuhan pangan yang melonjak. Saya lihat program ini sejalan dengan program pak bupati yakni Bela Beli Kulonprogo. Dimana masyarakat bisa mengandalkan pertanian dari daerah sendiri, bahkan mampu menyuplai daerah lain,” pungkasnya.

Lihat juga...