Pasca Operasi, Murid ini Tetap Nekad Ikuti USBN

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Murid kelas enam Madrasah Ibtidaiyah (MI) Padan kecamatan Penengahan tidak mempedulikan kondisi fisiknya yang masih lemah setelah operasi. Meski disuruh istirahat, namun Aldi Saputra (12) tetap mengikuti ujian akhir meski harus digendong pergi sekolah.

Aldi Saputra menjalani perawatan hingga harus menjalani operasi kecil akibat pembengkakan pada bagian kaki pasca terjatuh dua tahun silam. Operasi di rumah sakit umum dr. Bob Bazaar pada Selasa (2/4) tersebut bahkan membuat dirinya masih harus terbaring lemah di tempat tidur.

“Hari pertama ujian saya dijemput oleh guru kelas dengan cara digendong dari tempat tidur lalu dipapah untuk diantar ke sekolah meski harus mengenakan sarung,” terang Aldi Saputra saat ditemui Cendana News, Jumat (4/5/2018).

Aldi Saputra menyebut masih memiliki semangat untuk mengerjakan ujian. Peraih ranking 10 besar di sekolahnya ini mengaku yakin dapat mengerjakan soal ujian, Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA.

Meski menahan sakit pada bagian kaki kanan bahkan harus ditopang dengan kursi kecil dirinya mengerjakan soal bersama 18 murid kelas enam lain di MI Padan.

Khoirunsyah, wali kelas enam menyebut, semula pihak sekolah hendak memberi kebijakan untuk mengantar soal dan lembar jawaban ke rumah bersama guru pengawas. Namun setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah diputuskan dilakukan penjemputan Aldi Saputra selama USBN berlangsung.

Khoirunsyah bahkan dengan telaten menggendong, mengantar jemput Aldi Saputra untuk mengikuti ujian dengan nomor peserta ujian 09-596-001-8 dengan absen nomor 01.

“Sesuai dengan daftar nominasi tetap peserta ujian sekolah murid kami bernama Aldi Saputra memiliki urutan pertama dan ia bersemangat untuk ikut ujian tingkat SD,” terang Khoirunsyah.

Ujian sekolah
Drs. Siti Nurjanah, Kepala Sekolah MI Nurul Hidayah Padan kecamatan Penengahan Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Kepala sekolah MI Nurul Hidayah, Dra. SitiNurjanah, menyebut semangat Aldi Saputra terbilang tinggi untuk belajar. Meski menjalani masa pemulihan dengan kebijakan sekolah salah satu murid tersebut diantar jemput agar masih bisa mengikuti USBN.

Pertimbangan agar tidak mengikuti ujian susulan dipilih sekolah agar memudahkan mengikuti ujian bersama murid lain. Sesuai data MI Nurul Hidayah menjadi satu dari sebanyak 615 sekolah tingkat SD/MI dan sebanyak 17.661 peserta yang mengikuti USBN.

Lihat juga...